Banyumas Rancang Menara 502 Meter

Bakal Tertinggi se-Asia Tenggara

PURWOKERTO, SATELITPOST-Central Java Investment Bussines Forum (CJIBF) 2017 akan kembali diselenggarakan di Kota Solo, akhir November mendatang. Helatan tahunan ini akan dijadikan sebuah ruang untuk mempromosikan potensi investasi di kabupaten kota di seluruh Jawa Tengah.

 

Banyumas sebagai kabupaten yang ingin membuka pintu untuk investasi pun mencoba merancang program untuk menarik investor. Satu rencana yang akan dibawa ke gelaran tersebut merupakan buah pikir dari Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, yakni, pembuatan menara tertinggi di Asia Tenggara.

  • Menara Menjulang
  • Tingginya 502 Meter
  • Dirancang Pemkab Banyumas
  • Ditawarkan ke Investor
  • Tak pakai APBD
  • Potensi area di kawasan GOR Satria Purwokerto, Andhang Pangrenan, dan Kawasan Gerilya-Soedirman

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang Daerah Banyumas, Ir Eko Prijanto MT membenarkan hal ini. Menurutnya, sejak beberapa saat lalu, Pemkab Banyumas memang memiliki sebuah rencana untuk membuka pintu investasi lewat pembangunan tower ini.

“Jadi menara ini kita yang desain. Lalu akan kita tawarkan kepada investor yang akan berkumpul di CJIBF di Solo nanti. Kita harap ada investor yang mau memberikan pendanaan untuk pengembangan dan pembangunan menara ini,” ujar dia.

Menara ini, nantinya akan dijadikan sebuah ikon bagi Kabupaten Banyumas. Di dalamnya terdapat bermacam fasilitas yang bisa digunakan untuk bermacam kebutuhan. Antara lain, sebagai sarana rekreasi, pariwisata, budaya, hiburan, iptek, dan pendidikan. Selain itu, menara ini juga dapat dijadikan sebuahsarana perdagangan dan ruang untuk menghelat even-even tertentu. Tentunya, hal ini akan memberikan manfaat tersendri bagi berbagai stakeholder.

Untuk keperluan pematangan rencana ini, Bappeda Banyumas sudah mendapatakan studi rancangan bangunan yang akan memiliki ketinggian sekitar 502 meter ini. Secara garis besar, bangunan setinggi ini akan terdiri atas beberapa lantai yang memiliki fungsi-fungsi spesifik. Antara lain, museum, kompleks perkantoran, hall, dan menara komunikasi.

Eko mengatakan, untuk keperluan pembangunan sebesar ini akan dibutuhkan tanah yang cukup luas. Oleh karenanya, dalam CJIBF mendatang, pemkab akan memberikan tiga opsi lokasi. Antara lain, kawasan GOR Satria Purwokerto, Andhang Pangrenan, dan Kawasan Gerilya-Soedirman.

Meski terbilang cukup menarik, Eko mengakui, proyek ini akan membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karenanya, investor yang tertarik pun haruslah investor kelas kakap. “Pembangunan nggak pakai APBD, dananya besar. Jadi ini kita tawarkan langsung ke investor kelas dunia,” ujar dia. (pan)

Komentar

komentar