PURBALINGGA, SATELITPOST-Belasan murid SDN I Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga diduga keracunan makanan yang dijual pedagang di sekitar sekolah setempat, Rabu (11/10). Diduga mereka mengalami mual setelah memakan mi gulung (milung).

Asih Sugiarti SPd SD, Kepala Sekolah SDN 1 Karangaren mengatakan pihaknya mengetahui gejala keracunan saat jam pelajaran sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu, katanya, anak-anak mengeluh mual, pusing, dan muntah-muntah. “Pada saat jam pelajaran awal, ada tiga anak, kelas 2, 3, dan 6, kemudian menyusul yang lain. Terasanya kan ga bareng-bareng,  mungkin dosis makannya berbeda. Ada yang dua, ada yang makan satu, ada yang nyicipi. Yang makan ada 63 siswa dan yang mengalami gejala keracunan 12 anak,” katanya.

SISWA didampingi orang tua berada di UKS sesaat setelah
merasakan mual.

Seorang korban, Iyun Salira murid kelas 6 mengatakan, dirinya pusing dan mual setelah memakan dua milung. “Makan dua, terus satu atau dua jam kemudian mual, pusing, dan muntah. Penjualnya baru dua hari di SD, biasanya di TPQ Karangaren, bawanya grobogan warna biru,” katanya.

Kepala Puskesmas Kutasari, Dhiah Faridha Arianty SKM MKes mengatakan pihaknya menunggu hasil cek laboratorium untuk mengetahui penyebab para siswa mengalami keracunan. “Kalau dari korban yang kami wawancarai, terutama ada satu anak yang perutnya belum terisi makanan, diduga karena jajanan  keliling mi yang digulung-gulung itu. Itu prediksi kami , tapi kami belum berani memastikan karena untuk kepastiannya kami tunggu hasil laboratorium cek sampel,” kata Kepala  Puskesmas Kecamatan Kutasari.

Ia mengaku pihaknya belum bisa mastikan kandungan apa saja yang terdapat  pada jajanan tersebut. “Kami belum bisa memastikan, apakah jajan tersebut atau yang lain. Namun kalau dari wawancara kami tadi kepada korban ya dugaan kuat ya jajanan milung itu penyebabnya,” katanya.

Selanjutnya, para siswa diperbolehkan pulang karena kondisi tubuhnya sudah mulai membaik. Berdasarkan keterangan siswa yang diduga keracunan itu mengaku telah mengonsumsi makanan milung. Karena itu, pihaknya mengambil sampel milung dan muntahan makanan untuk diketahui penyebaran keracunan melalui laboratorium. “Kalau para siswa  alhamdulillah sudah membaik dan masih bisa ditangani, kami menurunkan dua bidan dan satu perawat,” katanya.

Camat  Kutasari Raditya  mengimbau para siswa SD  di Purbalingga, khususnya di Kecamatan Kutasari agar teliti dan lebih berhati-hati jika membeli jajan sekolah. Dia mengatakan, pihak sekolah sudah mengantisipasi dengan mengimbau kepada siswanya untuk tidak jajan sembarangan. “Namun yang namanya anak walaupun sudah dilarang ya memang susah. Kami juga belum bisa menjudge ini keracunan apa, kami menunggu cek lab,” katanya.

Menurut Raditya, sampai kemarin pedagangnya belum ditemukan. Tapi, pihaknya sudah mengantongi identitas pedagang tersebut. Di sisi lain, dia mengatakan tak bisa melarang pedagang untuk berjualan di sekitar sekolah. “Karena kita sama-sama tahu, kita juga sama-sama nyari rezeki kan. Ya yang penting diperhatikan kebersihan dan higienisnya,” katanya.

Kapolsek Kutasari AKP Bambang Sidik S SH mengatakan, kasus masih dalm proses penyelidikan. “Ini kan baru masih dalam proses penanganan penyelidikan, nanti kalau ada perkembangan kami kabari. Sebanyak 10 anak ini juga sudah sehat hanya satu anak tadi yang masih pusing. Kami menduga kasus keracunan ini penyebabnya adalah jajanan. Yang jelas kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (cr)

Komentar

komentar