Ilustrasi

CILACAP, SATELITPOST-Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap menyatakan belum ada laporan terkait dengan wabah penyakit Difteri  di Kabupaten Cilacap. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Marwoto, Selasa (12/12).

“Belum ada laporan, tapi kita terus pantau,” ujarnya.

Dinkes kata Marwoto, terus melakukan pemantauan terhadap wabah yang sudah ditetapkan dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia ini. Apalagi Cilacap merupakan wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat, dimana beberapa wilayahnya juga ada masyarakat terinfeksi penyakit akibat kuman Corynebacterium diphtheria. Berdasarkan data ada sebanyak 95 kasus yang terjadi dan menyebabkan sekitar 10 kematian.

“Kami belum melakukan penanganan imunisasi, tapi kita pantau terus, dan akan segera ditangani jika ditemukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Bachtiar Achmad SE MKes mengatakan di Cilacap belum pernah terjadi penakit dengan gejala radang saluran pernafasan ini. Pencegahannya, kata dia dilakukan dengan melakukan imunisasi.

“Pencegahannya ya rutin melalui imuniasai DPT (difteri pertussis tetanus),” ujarnya, kemari.

Imunisasi ini diberikan kepada balita dan usia Sekolah Dasar. Dinkes juga menghimbau keapda masyarakat untuk memberikan imunisasi DPT kepada anak balitanya, sebagai upaya pencegahan penyakit difteri yang menular ini. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN