MARDJOKO

PURWOKERTO, SATELITPOST-Nama mantan Bupati Banyumas, Mardjoko makin ramai diperbincangkan di berbagai forum diskusi online Banyumas. Hal ini terjadi setelah sebuah foto agenda buka puasa bersama di kediaman Mardjoko tersebar di bermacam jejaring sosial.

 

Dalam foto tersebut, terlihat sejumlah elit politik Banyumas serta ketua-ketua dari beberapa Partai Politik. Beberapa nama yang cukup dikenal antara lain, Widodo Dwi Prastowo (Partai Demokrat), Arif Harijanto (PAN), Setya Ari (PKS), Supangkat (Partai Golkar), dan Ir Budiono (Partai Gerindra). Selain itu ada beberapa nama tokoh politik Banyumas, sebut saja Edi Sarwono, Yoga Sugama, Adi Wiharto, dan sejumlah nama lainnya.

 

Foto tersebut pun memicu bermacam komentar. Di beberapa grup, pertemuan tersebut dianggap sebagai langkah awal Mardjoko untuk merangkul partai-partai di Banyumas untuk keperluan Pilkada 2018 mendatang. Beberapa bahkan langsung menyampaikan dukungan agar Mardjoko memantapkan niat melaju ke Pilkada 2018 mendatang.

 

Dikonfirmasi terkait hal ini, Mantan Bupati Banyumas, Mardjoko menampik pendapat bahwa pertemuan kemarin merupakan langkah awal menuju pertarungan Pilkada. Menurutnya, agenda buka puasa bersama yang digelar pada Kamis (8/6) lalu merupakan agenda kumpul biasa saja. “Cuma buka puasa bersama biasa saja, tidak ada kaitan dengan pencalonan,” ujar Mardjoko kepada SatelitPost.

 

Meski begitu, Mardjoko mengakui, dalam acara buka puasa bersama tersebut terjadi obrolan-obrolan yang berkaitan dengan Pilkada. Isinya, bahwa di Pilkada mendatang, Banyumas harus mendapatkan pemimpin yang lebih baik.

 

“Ada harapan agar kepemimpinan ke depan akan terwujud pemimpin yang berani dan tegas. Tidak penakut. Karena, Banyumas perlu pemimpin yang bisa membawa rakyat menuju kesejahteraan,” ujar Mardjoko.

 

Ia juga menambahkan, pemimpin Banyumas di masa mendatang harus memiliki bermacam karakter. Antara lain, memiliki misi dan pikiran yang luas, pemimpin hendaknya juga mampu memberikan kepastian untuk publik. “Pemimpin Banyumas yang nanti harus siap mengambil kebijakan yang mungkin dianggap tidak populer tapi penting untuk kesejahteraan rakyat,” ujar dia.

 

Menyoal Pilkada, Mardjoko sebelumnya menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak akan maju. Alasannya, lantaran dia merasa sudah berumur dan di Banyumas masih banyak calon pemimpin muda.

 

Dihubungi SatelitPost, Pengurus DPD II Partai Golkar Banyumas, Edi Sarwono membenarkan pernyataan Mardjoko. Menurutnya, pertemuan kemarin tidak membahas pencalonan.

 

“Memang ada pembahasan soal calon bupati, tapi itu semata-mata terjadi karena yang berkumpul di situ peduli dengan Banyumas. Jadi, kita membahas hal-hal yang bisa mengembangkan Banyumas,” kata dia.

 

Diskusi tentang topik tersebut mencuat karena banyak pihak yang memandang Banyumas saat ini tidak berkembang dengan baik. Sekarang ini, lanjut Edi, Banyumas seolah tidak ada perubahan yang berarti. “Seolah saat ini Banyumas seperti gadis tidur, harus dibangunkan,” ujar dia. ([email protected])

Komentar

komentar