PROSES mediasi antara perwakilan taksi konvensional, awak media SatelitPost, kepolisian dan Dinhub di kantor Dinhub Banyumas, Jumat (12/1).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST-Forum Transportasi Banyumas (Fortas) membantah telah melakukan tindak kekacauan, sebab langkah yang mereka ambil menyikapi keberadaan taksi online dianggap sudah sesuai aturan. Ada taksi online masuk ke area mereka, kemudian awak taksi konvensional membawa ke Polres Banyumas.

“Kami tidak melakukan sesuatu yang menimbulkan kekacauan. Mereka masuk area kami, datang sendiri. Kami tidak main hakim sendiri, kami bawa ke Polres,” kata Toni Kurniawan, Ketua Fortas di kantor Dishub Banyumas, Jumat (12/1).

Fortas menilai Permenhub 108 tahun 2017 mulai berlaku 1 Ferbruari mendatang. Maka jika ada taksi online beroperasi di Banyumas, Fortas atau anggota Fortas akan menghentikannya dan melaporkannya ke Polres Banyumas.

“Kejadiannya bukan kami yang melakukan kekacauan. Permenhub berlaku aktif mulai 1 Februari, kami resmi sejak dulu. Juga dilindungi undang-undang. Kemudian taksi online datang,” kata dia.

Toni menjelaskan, perusahaan aplikasi dalam Permenhub 108 tahun 2017 sudah dilarang merekrut sendiri sopir taksi. Selain itu, kendaraan juga harus dilengkapi surat lengkap telah menjadi angkutan umum. Sopir taksi online juga harus memiliki SIM umum.

“Yang harus ditegaskan, dalam Permenhub 108, perusahaan aplikasi itu dilarang merekrut driver sendiri langsung seperti saat ini. Kendaraan sudah melalui uji KIR, dengan sejumlah ketetuan telah menjadi angkutan umum, ” kata dia.

Ia mengatakan, taksi konvensional juga menginginkan situasi di Banyumas kondusif. Tidak menginkan terjadinya kekacauan. Fortas meminta semua pihak untuk saling menjaga kondusivitas, tidak semakin memperkeruh suasana keharmonisan warga Banyumas.

“Kami juga sama, menginginkan Banyumas tetap kondusif. Mari sama sama menjaga, kami tidak menimbulkan kekacauan. Yang kami lakukan sesuai prosedur, dan tidak main hakim sendiri,” kata dia. (kim)

Komentar

komentar