Wabup saat melakukan tinjauan ke objek wisata Gua Lawa Sirawak Karangreja beberapa waktu lalu

PURBALINGGA , SATELITPOST–Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga ditargertkan bisa menyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bidang wisata sampai Rp 1 miliar di tahun 2017. Hingga Juli lalu, sudah tercatat mencapai Rp 731.384.300 yang didapat dari 8 destinasi wisata yang dikelola Dinporapar.

“Jumlah setoran sudah mencapai 73,13 persen dari target pendapatan yang ditetapkan. Pendapatan itu berasal dari objek wisata Goa Lawa, MTL Jenderal Soedirman, Wana Wisata Serang, Pendakian Gunung Slamet, Petilasan Ardi Lawet, Gor Mahesa Jenar, Buper Munjuluhur, dan Stadion Goentor Darjono,” kata Kepala Dinporapar Drs Imam Hadi MSi, kemarin.

Iman Hadi menyampaikan, untuk jumlah kunjungan ke tempat wisata di bawah naungan Diporapar mencapai 76.224 pengunjung. Jumlah tersebut terdiri dari pengunjung yang datang ke Goa Lawa, MTL Jenderal Soedirman, Buper Munjuluhur, dan Gunung Slamet.

“Jumlah tersebut dihitung dari ticketing sampai Juni lalu. Rinciannya, Goa lawa sebanyak 41.867 pengunjung, MTL  Jenderal Soedirman 7.470, Buper Munjuluhur 16.312, dan pendakian Gunung Slamet mencapai 10.575,” katanya.

Lebih lanjut, Imam  menyampaikan, sampai saat ini, Goa Lawa yang terletak di Desa Siwarak Kecamatan Karangreja masih menjadi andalan untuk menyerap pendapatan. Karena, objek wisata Goa Lawa menjadi destinasi paling banyak dikunjungi wisatawan.

“Untuk Goa Lawa sendiri kami target bisa mencapai Rp 621 juta, sampai Juli sudah sebesar Rp 498.655, tapi dihitung sampai September pasti peningkataannya pesat. Karena ada beberapa hari libur nasional pada Agustus dan September. Kami optimistia bisa capai target,” ujarnya.

Tidak hanya untuk target di Goa Lawa saja, untuk target keseluruhan Imam juga merasa yakin bisa mencapainya di akhir tahun. Sisa sekitar empat bulan ke depan, pihaknya optimis bisa menutup persentase 73 persen menjadi 100 persen.

“Selain dari wisata, pendapatan lain diperoleh dari kunjungan di GOR Goentor sebesar Rp 106 juta, Buper Munjuluhur Rp 110 juta, dan pendakian  Gunung Slamet Rp 90 juta. Sisa empat bulan ke depan kami optimis bisa menutup target,” kata dia. (min)

Komentar

komentar

BAGIKAN