PURBALINGGA, SATELITPOST-Bupati Purbalingga Tasdi menyampaikan tahun ini Pemkab Purbalingga telah menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk menyejahterakan Guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N). Tahun sebelumnya hanya Rp 100 ribu per bulan sekarang menjadi Rp 150 per bulan.

“ini dalam rangka mengoptimalkan bidang keagamaan, karena kami sadar bahwa membangun Indonesia tentu tidak hanya fisiknya saja tapi bagaimana membangun jiwanya,” kata Tasdi, Kamis (8/6).

Kemarin, para Guru Madin dan P3N menerima uang bantuan selama lima bulan. Terhitung sejak Januari sampai Mei tahun 2017.

Menurut Tasdi hadirnya Guru Madin dan P3N membantu mendidik anak-anak di wilayah Purbalingga untuk berakhlakul karimah. Pengalokasian dana tersebut merupakan wujud dari komitmen Pemkab Purbalingga untuk mengoptimalkan kegiatan keagamaan.

“Pemda sudah mempersiapkan anggaran supaya bisa membangun Purbalingga tidak hanya fisik tetapi juga rohani atau jiwa kita,” katanya.

Tasdi juga mengingatkan, semua kegiatan keagamaan, baik yang formal ataupun non formal, harus tetap dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Sehingga bisa  mewujudkan rasa aman dan tentram dalam masyarakat yang berdasar pada realitas Kebhinnekaan.

“Kita sebagai umat Islam harus ikut serta berkontribusi untuk menegakan kesatuan RI, menegakkan UUD 1945, menegakkan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasalia,” ujarnya.

Guru Madin asal Kecamatan Bobotsari, Mujiati, mengaku senang mendapatkan bantuan kesejahteraan dari pemerintah. Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi  kebutuhan hidup sehari-hari.

Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah,” Kata Mujiati yang setiap hari mengajar di Masid At Atqwa itu.

Mujiati sudah mengabdikan hidupnya menjadi Guru Madin selama lima tahun. Awalnya dia tidak pernah terbesit untuk menjadi Guru Madin. Namun, saat itu, di desa tempat tinggalnya membutuhkan Guru Madin untuk mengajar anak-anak sekitar. Sehingga, dia berpikir untuk memberikan kontribusi pada desanya khususnya mengajar bidang agama.

“Dulu keseharian yang mengasuh anak, anak saya empat,” katanya. (min)

Komentar

komentar