TW, wanita lajang itu menceritakan kisah pilunya pada SatelitPost di sebuah rumah usaha kecil menengah di Purbalingga, Rabu (3/5). Berbaju batik, jelang waktu Asar yang terang, satu per satu cerita sedihnya sebagai guru tak tetap di sebuah sekolah menengah atas di Purbalingga dia ungkapkan.

 

TW, yang enggan diungkap nama terangnya itu menghela napas. Merunut kisah pilunya soal honor yang tak juga kunjung cair. “Sampai sekarang, gaji bulan April belum cair,” katanya.

 

Bagi TW, honor itu sebenarnya tak terlalu mencukupi untuk ukuran lajang sekalipun. Dia enggan menyebut berapa honor yang dia terima sebagai guru tak tetap. Tapi yang pasti, katanya, honornya masih berada di bawah upah minimum kabupaten (UMK) Purbalingga. Sekadar diketahui, UMK Purbalingga tahun 2017 adalah Rp 1.522.500. “Iya kurang banget, apalagi ini sekarang sudah benar-benar tanggal tua banget,” katanya.

 

Dia bercerita kisah tersendatnya honor bermula pada awal tahun ini seiring beralihnya pengelolaan SMA sederajat dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi. Selama tiga bulan awal tahun ini, honornya ditalangi pihak sekolah terlebih dahulu.

 

TW mengungkapkan, di tiga bulan awal tahun ini, honornya setiap bulan tidak pernah terlambat. “Sebelumnya tidak telat karena ditalangi sekolah dulu,” kata dia.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan SMK Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas, Kustrisaptono mengatakan meskipun telat dia memastikan honor akan dibayarkan. “Saya belum cek, tapi jangan khawatir, pasti dibayarkan walaupun telat. Yang PNS saja, kadang masih telat,” kata dia.

 

Namun, keterlambatan tersebut menurutnya bukan karena peralihan status dari kabupaten ke provinsi. Karena menurutnya justru peralihan ke provinsi guru honorer lebih diperhatikan oleh gubernur.

 

Sebelumnya masalah honor yang tersendat jadi pemberitaan dalam skala nasional setelah peralihan status SMA dari kabupaten ke provinsi. Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, untuk mengantisipasi adanya honor yang telat, akan ada kontrak individual untuk GTT dan PTT. “Jadi akan ada kontrak individual, antara GTT dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah,” katanya seperti diberitakan Tribunnews. (alfisatelitpost@yahoo.com)

 

 

 

 

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY