PURWOKERTO, SATELITPOST-Drainase di Kota Purwokerto menjadi sorotan. Jika hujan deras terjadi, genangan terjadi di beberapa area di kota.

Seharusnya jika bangunan bertambah, saluran drainase juga diperluas.

Dwi Djati Lestariningsih
Dosen Universitas Wijayakusuma

Samsul (28) warga Banyumas yang sering ke Purwokerto mengungkapkan, genangan terjadi saat hujan deras di Kota Purwokerto. Dia mencontohkan genangan itu terjadi di dekat bunderan air mancur Jalan Gerilya kala hujan.

“Ada genangan di jalan kalau hujan. Mobil jalan nyiprati pengguna jalan lainnya. Itu genangan kayak kolam, lebar,” ujarnya pada SatelitPost, Minggu (12/11). Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, hujan deras mendera Purwokerto dan sekitarnya.

Ramdani (28), warga Purwokerto juga mengungkapkan hal serupa. Dia menyoroti Jalan dr Angka jika diterjang hujan deras. “Di jalan dr Angka tepatnya di depan Indomaret sering terjadi genangan kalau intensitas hujannya tinggi, dikarenakan adanya penyumbatan saluran drainase akibat sampah yang ada di bahu jalan,” ujarnya.

Dia berpendapat, perlu ada perbaikan di saluran drainasenya. “Mungkin dari dinas terkait bisa mengatasi hal tersebut karena itu sudah sangat lama belum teratasi,” katanya.

Berdasar pantauan SatelitPost selama hujan deras beberapa hari terakhir, sebagian jalan di Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan memang terjadi genangan air. Begitu pula di Jalan Kolonel Sumarto, meskipun jalan tergolong lebar namun air hujan tidak mengalir dan menjadi genangan.

Selain di Kecamatan Purwokerto Selatan, genangan air saat hujan terjadi di Jalan Kranji karena tidak ada drainase. Jalan Kranji berada lebih rendah dari Jalan Ragasemangsang dan Jalan Sugiri, air hujan dari dua jalan tersebut mengalir ke Jalan Kranji menggenang lambat sampai bisa mengalir ke Sungai Kranji.

Banyaknya genangan air di Kota Purwokerto setiap hujan deras turun mendapatkan sorotan dari dosen Teknik Universitas Wijayakusuma, Dwi Djati Lestariningsih. Dia mengatakan,  banyak faktor yang menyebabkan genangan, mulai dari drainase hingga pola hidup masyarakat.

Menurut dia, banyaknya pembangunan di lahan resapan menjadi satu faktor utamanya. Sehingga, lahan resapan yang ada menjadi berkurang. Sementara saluran drainase di kota tidak ditambah.  “Seharusnya jika bangunan bertambah, saluran drainase juga diperluas. Tapi untuk mengetahuinya harus dilakukan penelaahan terlebih dahulu,” kata dia Jumat (10/11).

Selain itu, pola hidup masyarakat menurut dia juga berpengaruh menyebabkan genangan air hingga banjir. Yakni, kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah yang masih sangat minim.

Sebab, dalam penanganan sampah, menurutnya sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat. Supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. “Ini perlu sosialisasi penanganan sampah di kampung-kampung, mulai dari tingkat dasawisma atau RT,” katanya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Banyumas menyatakan daerah paling sering terjadi genangan air saat hujan akibat minimnya drainase terjadi di Jalan Kalibener dan Jalan Gerilya, wilayah Kota Purwokerto di bagian selatan. Jalan yang datar membuat air lambat mengalir ke area resapan di tepi jalan.

“Kalau yang sering genangan itu di Jalan Kalibener saat ini. Sebelumnya di Jalan Gerilya tapi saat ini sedang kami kebut pembangunan drainasenya,” kata Kepala Bidang Pengembangan Permukiman Dinperkim Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri Jumat (10/11).

Ia mengatakan pembangunan drainase di Jalan Gerilya saat ini menjadi prioritas sebab genangan air yang terjadi sebelumnya selama 2 jam masih terjadi genangan. Pembangunan drainase dilakukan sepanjang 280 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman sekitar 1,2 meter itu, dimulai sejak 15 Agustus lalu. Adapun target pembangunan tersebut, kata dia, selesai pada 15 Desember mendatang.

“Pembangunan dilakukan bertahap, tahap pertama dimulai dari Jalan Gerilya sisi selatan, tepatnya dari perempatan Karangpucung sampai Kalibener. Tahun depan dilanjutkan lagi, tapi tahap pertama ini cuma bisa sampai segitu,” kata dia.

Pembangunan tahap pertama ini, dalam pagu dianggarkan sebesar Rp 600 juta dari APBD Tahun 2017. Ia mengatakan pembangunan diharapkan selesai tepat waktu, sehingga genangan air yang selama ini terjadi di kawasan tersebut cepat teratasi.

“Kompleks Andhang Pangerenan, Kelurahan Karangpucung, Jalan Kalibener dan Jalan Kolonel Sumarto kami fokuskan pembangunan drainasenya. Tentunya dilakukan dengan bertahap, ” kata dia. ([email protected]/[email protected])

Komentar

komentar