ilustrasi

PURWOKERTO, SATELITPOST-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merekomendasikan Achmad Husein-Sadewo sebagai pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas. Pasangan Husein-Sadewo akan berhadapan dengan pasangan Mardjoko-Ifan Haryanto yang juga resmi direkomendasikan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Golkar. Jika tak ada perubahan, pilkada 2018 akan mengulang rivalitas antara Mardjoko dan Husein seperti pada Pilkada Banyumas lima tahun lalu.

 

Rekomendasi untuk Pak Husein dan Sadewo sudah ditandatangani Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Tapi secara formal akan diserahkan di Semarang, untuk seluruh Jawa Tengah

dr Budhi Setiawan
Ketua DPC PDIP Banyumas

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Banyumas menyatakan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto telah menandatangani surat rekomendasi yang kini sedang dikirimkan ke DPW PDIP Jawa Tengah sebelum akhirnya diserahkan ke DPC PDIP Banyumas.

Dalam surat nomor 3831/IN/DPP/XII/2017 yang dibuat pada tanggal 30 Desember 2017 itu, Achmad Husein dan Sadewo ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas dari PDIP. Surat ini juga menginstruksikan DPC PDIP Banyumas bersama dengan seluruh kader agar mengamankan, menjalankan dan memperjuangkan pasangan Achmad Husein dan Sadewo menjadi Bupati Banyumas terpilih periode 2018-2023.

Rekomendasi untuk Mardjoko-Ifan Haryanto dari Golkar sudah clear. Saat ini sedang proses acara penyerahan dan pembacaan rekomendasi untuk 171 daerah.

Supangkat
Ketua DPD II Golkar Banyumas

“Rekomendasi untuk Pak Husein dan Sadewo sudah ditandatangani Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Tapi secara formal akan diserahkan di Semarang, untuk seluruh Jawa Tengah,” kata Ketua DPC PDIP Banyumas, dr Budhi Setiawan saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat malam (5/1).

Ia mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan DPW PDIP Jawa Tengah setelah berkoordinasi dengan DPC PDIP Banyumas. Menurutnya PDIP mendukung penuh pasangan dari kader internal, yakni Sadewo dan Achmad Husein di pilkada 2018.

Sedangkan terkait koalisi, DPC PDIP Banyumas berencana tetap setia bersama PPP, Demokrat dan akan menggandeng PAN. Menurut dr Budhi, ketidakpastian sikap PAN di koalisi pengusung Marjoko-Ifan Haryanto disebabkan PAN yang ingin bergabung bersama dengan PDIP. “PAN ada di barisan kita. Demokrat juga. Jadi nanti kita bersama-sama, PDIP, Demokrat dan PAN di pilkada,” kata dia.

Keputusan DPP PDIP merekomendasikan Husien dan Sadewo merupakan bentuk konsistensi dr Budhi yang sebelumnya menyatakan Achmad Husein akan berpasangan dengan orang yang lebih muda. Selain itu, DPC PDIP juga sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan selanjutnya. “Sebagai Ketua DPC PDIP Banyumas, saya lebih menyiapkan generasi muda sekaligus merangkai langkah politik PDIP untuk tahun-tahun selanjutnya,” kata dia.

Sementara PKB dan Golkar menetapkan rekomendasi pada hari yang sama, Jumat (5/1). PKB lebih dahulu menetapkan rekomendasi. Sore harinya, Golkar menyusul mengumumkan rekomendasi untuk Mardjoko-Ifan pada Pilkada Banyumas 2018. Dalam surat keputusan (SK) DPP PKB nomor 25239/DPP-03/VI/A.1/I/2018 ditetapkan serta mengesahkan Mardjoko dan Ifan Haryanto sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018 dari PKB. Adapun keputusan dari Golkar, menurut Ketua DPD II Golkar Banyumas, Supangkat, juga sama namun masih dalam proses seremonial pembacaan dari DPP Golkar. Sebab rekomendasi calon bupati dari Golkar untuk 171 daerah dibacakan serentak.

“Rekomendasi sudah keluar tadi (kemarin), tapi saya belum menerima fisiknya karena dari DPP lewat ke DPW dulu. Saya dikabari Ketua DPW,  Gus Yusuf rekomendasi sudah turun. Untuk usulan calon wakil bupati diputuskan ke Ifan Haryanto,” kata Ketua DPC PKB, Habib Mahfudz, Jumat (5/1) yang sedang di Jakarta.

Atas hasil putusan DPP tersebut, kata dia, pihaknya siap mengamankan rekomendasi tersebut. Dia menegaskan, sejak awal PKB Banyumas siap mengamankan siapa pun yang direkomendasi DPP. PKB dan NU Banyumas mengusulkan tiga nama calon wakil bupati yang akan dipasangkan dengan Mardjoko. Mereka antara lain Ifan Haryanto, Miftahursurur dan Bambang Barata Aji (BBA). “DPP dan DPW punya pertimbangan tertentu hingga akhirnya memutuskan merekomendasi pasangan cabup-cawabup Mardjoko-Ifan,” kata dia.

Sedangkan menurut Ketua DPD II Golkar Banyumas, Supangkat, rekomendasi dari Golkar dan PKB untuk Mardjoko-Ifan Haryanto merupakan perwujudan membentuk koalisi besar yang ditugaskan partai. Ia optimistis koalisi PAN, PKS, Gerindra dan PKB mengusung Mardjoko selangkah lagi akan terwujud.

“Rekomendasi untuk Mardjoko-Ifan Haryanto dari Golkar sudah clear. Saat ini sedang proses acara penyerahan dan pembacaan rekomendasi untuk 171 daerah,” kata Supangkat saat mengikuti penyerahan rekomendasi calon kepala derah dari Golkar di Aula DPP Golkar, Jakarta, Jumat sore (5/1).

Ia mengklaim, PAN, PKS dan Gerindra menerima keputusan tersebut. Sebab, sebelum rekomendasi dibacakan, Ketua DPD PAN Banyumas, DPC PKS Banyumas dan DPC Gerindra Banyumas telah bertemu di rumah Ketua DPD I Golkar Jateng, Wisnu Suhardono. Pada pertemuan ini, semua menyepakati keputusan itu.

“Tepatnya jam 11 pagi di rumah Pak Wisnu, semua menerima. Selanjutnya setelah kembali ke Purwokerto kami menyiapkan pendaftaran. Kalau tidak Senin ya Rabu nanti waktu pendaftaran paginya deklarasi lanjut mendaftar ke KPU,” kata dia.

Menanggapi hasil rekomendasi PKB tersebut, Mardjoko mengatakan siap dipasangkan dengan siapapun yang menjadi keputusan partai peserta koalisi. Ia menerima Ifan Haryanto yang direkomendasikan PKB dan NU sebagai bakal calon wakilnya. “Saya ini kan ibaratnya wayang dan sekarang posisinya juga seperti warga Banyumas lainnya. Tergantung dalangnya dari pemimpin-pemimpin partai memutuskan dengan siapa. Ibaratnya saya ini tinggal madahi baen,” kata dia.

Menanggapi rekomendasi itu, Ifan mengaku bersyukur diberi amanat dan kepercayaan oleh PKB, NU dan partai-partai lainnya. Menurutnya, rekomendasi tersebut baru tahap awal untuk menuju tahapan pilkada 2018. “Ini baru langkah awal perjalanan untuk mengikuti pilkada 2018. Masih ada tahapan yang lebih berat lagi dan mudah-mudahan, ini awalan untuk bisa dipercaya mengabdi untuk Banyumas lima tahun ke depan,” kata dia saat dikonfirmasi.

Adapun Gerindra, PKS dan PAN saat dihubungi SatelitPost menyatakan akan memutuskan rekomendasi resmi paling cepat hari ini, Sabtu (5/1). Rekomendasi untuk Mardjoko-Ifan dari Golkar dan PKB akan dilaporkan kepada DPP masing-masing parpol.

“Pak Mardjoko kan mendaftar ke Gerindra. Karena Pak Mardjoko juga sudah mendapat rekomendasi dari Golkar dan PKB maka kami sampaikan ke DPP,” kata Ketua DPC Gerindra, Budiono.

Adapun menurut Ketua DPC PKS, Setya Ari Nugroho, terkait Ifan Haryanto sebagai sosok baru menurutnya PKS akan mempelajari sambil berproses. Sebab PKS lebih mengenal Mardjoko, karena Mardjoko juga mendaftarkan diri ke PKS. “Ya nanti kita sama-sama mempelajari. Sebelumnya sudah saya sampaikan, karena perlu komunkasi politik terlebih dahulu,” kata dia.

Serupa dengan PKS, Ketua DPD PAN Banyumas, Arif Harijanto belum bisa memberikan banyak tanggapan. Sebab, rekomendasi dari PAN terkait pasangan calon Bupati Banyumas di pilkada kali ini masih menunggu keputusan resmi dari DPP PAN. “Lebih enaknya nunggu rekom resmi, Sabtu rencanya rekomendasi resmi dari PAN sudah ada,” kata dia. (auliaelhakim01@gmail.com)

Komentar

komentar