Ifan Haryanto (kiri), Sadewo Tri Lastiono(kanan)

PURWOKERTO, SATELITPOST-Dua bakal calon Wakil Bupati Banyumas memiliki basis nahdliyin. Keduanya adalah Ifan Haryanto yang akan jadi wakil Mardjoko dan Sadewo Tri Lastiono yang akan jadi wakil Achmad Husein.

Ifan mengaku memiliki peran besar kepada Nahdlatul Ulama (NU). Ifan menyebut aktif di sejumlah organisasi NU. Sementara, Sadewo mengatakan dia adalah bagian dari struktur organisasi strategis NU.

Saya tidak koar-koar saya orang NU. Yang penting itu kan tindakan dan peran nyata.

Sadewo Tri Lastiono
Bakal Calon Wakil Bupati dari Achmad Husein

Ifan Haryanto menceritakan, ia aktif dalam proses kaderisasi. Saat ini bahkan menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU Bogor serta aktif disejumlah organisasi perkaderan NU. Begitu pula Sadewo, ia adalah wakil sekretaris Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU) Indonesia.

Baca Juga : NU Hanya Jadi Komoditas Politik di Pilkada Banyumas

“Saya sejak kecil dibesarkan di lingkungan NU. Ikut mendirikan organisasi NU pertama di luar negeri yang memiliki SK. Saat saya kuliah, mendirikan organisasi NU di London. Kalau sekarang sudah ada 47 negara, organisasi NU yang memiliki SK,” kata dia ketika dihubungi SatelitPost, Minggu (7/1).

Saya sejak kecil dibesarkan di lingkungan NU. Ikut mendirikan organisasi NU pertama di luar negeri yang memiliki SK.

Ifan Haryanto
Bakal Calon Wakil Bupati dari Mardjoko

Ifan juga mengaku melaju ke Pilkada karena instruksi dan dawuh sejumlah kiai di Banyumas. Sebagai seorang santri, ia tetap mengikuti saran dan permintaan kiai, bentuk taat dan hormatnya seorang murid kepada gurunya. “Disuruh mengambil sandal jepit kiai bagi santri seperti saya ini senang sekali. Apalagi untuk peran terhormat melaju ke Pilkada. Santri siapapun senang mendapat dawuh dari para kiai,” kata dia.

Ahli tata kota ini optimistis warga NU di Banyumas akan cenderung berpihak kepadanya. Sebab menurutnya warga NU setiap tahunnya semakin cerdas. Warga NU, menurutnya, bisa membedakan manakah pemimpin yang benar-benar dekat dan memperjuangkan NU.

Sementara, Sadewo mengatakan dia adalah pengurus LPNU Indonesia. Dia aktif merealisasikan peningkatan kualitas ekonomi dan kesejahteraan warga NU. Di luar peran struktur tersebut ia juga memiliki peran di Banser Banyumas serta pendirian sebuah rumah sakit milik NU.

Baca Juga : NU Jadi Tempat Mendulang Suara

“Saya tidak koar-koar saya orang NU. Yang penting itu kan tindakan dan peran nyata. Salah satu rumah sakit NU di Banyumas saya juga ikut membantu agar mendapat prioritas dari pemerintah. LPNU ya mendirikan sejumlah mini market untuk warga NU di Banyumas,” kata dia ketika dihubungi SatelitPost, Minggu (7/1).

Ia mengatakan lebih mengambil peran secara struktural dan strategis pada pengembangan perekonomian. LPNU yang juga berkantor satu atap bersama PBNU, menurutnya bisa menjelaskan kedekatan dirinya dengan pengurus pusat NU.

“Saya anggota PP, tapi kan saya tidak perlu bilang ke mana-mana saya orang PP. Saya ada di LPNU, aktif dengan Banser dan sebagai warga NU ikut berperan menyukseskan dalam pembangunan aset NU. Tidak lantas saya bilang saya lebih NU,” kata dia. (auliaelhakim01@gmail.com)

 

 

Komentar

komentar