MASJID Tokyo Camii di Tokyo Jepang. FOTONET

Apa yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah telah membawa pandangan negatif tentang Islam. Selain itu, teror di beberapa negara yang mengatasnamakan Islam juga makin memperburuk citra Islam. Teror-teror itu telah membuat banyak orang menilai Islam adalah agama yang lekat dengan teror.

 

Melihat fakta itu, banyak sekolah di Jepang yang coba melihat Islam lebih dekat. Siswa diajak untuk mengenal Islam secara langsung. Satu cara yang dilakukan adalah mengunjungi masjid terbesar di Jepang, Tokyo Camii.

 

Setelah melihat langsung aktivitas dan informasi tentang Islam di masjid, siswa di Jepang pun punya pandangan. Shuya Senaga, seorang siswa di Jepang mengatakan, setelah melihat orang salat, maka itu menjadi pengalaman yang sangat penting. Dia mengatakan, dari salat diketahui bagaimana pentingnya Allah bagi orang muslim. Pengalaman melihat salat adalah pengalaman langka karena Islam adalah agama minoritas di Jepang.

 

Naoko Takaku, teman Senaga mengatakan, Islam adalah agama anti teror. “Muslim adalah orang yang baik. Hanya segelintir dari mereka yang menyimpang, karena melakukan aksi kekerasan dan teror,” katanya seperti diberitakan japantimes, tahun lalu.

 

Selain mengunjungi muslim Jepang, siswa juga berkesempatan melihat aktivitas muslim di Singapura dan Malaysia. “Dengan melihat langsung, mereka jadi mengerti dunia Islam dan seperti apa Islam itu,” kata Akiko Kobayasi, sang guru.

 

Shigeru Shimoyama, juru bicara Masjid Tokyo Camii mengatakan, siswa adalah alat bagi Jepang untuk mengetahui lebih dalam tentang Islam. “Siswa ke sini lebih dari sekadar hanya datang, tapi mendapatkan informasi,” katanya.

 

Dia mengatakan, dengan kedatangan tersebut, siswa di Jepang jadi tahu nilai Islam, orang Islam memandang Tuhan, orang Islam sama, dan hasil peradaban orang Islam. Hal itu akan mengeliminir gambaran berlebihan yang buruk tentang Islam hanya berdasar pada aksi teror.

 

Dia mengatakan, di masa lalu, lebih banyak orang tua atau mahasiswa seni yang mendatangi masjid untuk melihat arsitektur masjid. Namun, dalam beberapa waktu belakangan pengunjung dari siswa SD sampai SMA ke masjid meningkat.

 

Shimoyama mengatakan, saat ini ada sekitar 100 ribu muslim yang hidup di Jepang. Kebanyakan dari mereka adalah warga pendatang. Adapun penduduk Jepang yang beragama Islam ada sekitar 10 ribu jiwa.

 

Muslim ke Jepang

Gelombang masuknya banyak orang Islam ke Jepang terjadi pada tahun 1900 an. Mereka adalah orang Tartar yang beragama Islam. Mereka melarikan diri dari Rusia. Beberapa warga Jepang pun masuk Islam setelah kontak dengan warga Tartar.

 

Pada tahun 1935, orang Tartar bersama orang India yang ada di Jepang, serta orang Jepang membangun masjid pertama di Jepang. Masjid tersebut adalah Masjid Kobe. Bahkan, masjid pertama di Tokyo atau masjid kedua di Jepang juga dibangun oleh orang Tartar. Kini, sudah ada kira-kira 200 masjid di Jepang.

 

 

Kemudian pada tahun 1960 an, warga Pakistan dan Bangladesh yang beragama Islam datang ke Jepang sebagai pekerja. Hal itu menambah komunitas Islam di Jepang. Kemudian mulai muncul banyak yayasan muslim di Jepang.  Saat ini ada puluhan yayasan muslim di Jepang. (lil/berbagai sumber)

Komentar

komentar