PURBALINGGA, SATELITPOST–Pengguna kendaraan, khususnya kendaraan roda dua harus lebih hati-hati saat melintas jalan wilayah Desa Arenan-Kalikajar, Kecamatan Kaligondang. Pasalnya, sepanjang ruas jalan tersebut, terdapat material kerikil yang berserakan. Sehingga menjadikan rawan terjadikan kecelakaan karena terpeleset.

Keadaan tersebut lebih membahayakan lagi ketika malam hari, karena kondisi gelap dan jalan yang sempit. Hal tersebut dikeluhkan oleh masyarakat, karena tak kunjung ada penindakan.

Jelas membahayakan lah, sudah ada yang pernah jatuh sampai masuk sawah.

Lukman
Warga Kaligondang

Mengungkapkan kekesalannya, seorang warga, Heri Puroko mengunggah foto kondisi jalan tersebut di media sosial. Alhasil, postingannya itu mendapatkan tanggapan dari banyak netizen. Lewat bahasa jawa, dia menuliskan keterangan foto “Arep nibakna wong pira maning, sing nggurug ya luar biasa, dalan njluwag diurug sirtu ora dilem acan,” tulisnya pada akun facebooknya, (6/9).

Beberapa nitizen berkomentar pada postingan Heri, menyampaikan sudah banyak pengendara yang jatuh di sepanjang jalan tersebut. Bahkan, beberapa juga dialami dirinya sendiri. Rata-rata, pengendara jalun saat melintas di jalan yang menikung. Posisi tersebut berada di perbatasan Desa Arenan-Kalikajar.

Pantauan SatelitPost di lapangan, Kamis (7/9) siang, memang masih terdapat pasir watu (sirtu) yang berantakan di jalan. Terdapat sekitar 6 titik tumpukan kerikil sepanjang jalan Arenan-Kalikajar. Terlihat, sirtu tersebut dimaksudkan untuk menutup ruas jalan yang berlubang. Namun, tumpukan kerikil tersebut hanya sekadar di taruh tanpa menggunakan aspal. Sehingga menjadikan kerikil berantakan dan menjadikan rawan kecelakaan.

Pada satu di antara enam titik tersebut, ada satu titik gundukan kerikil yang dipasang pot lengkap dengan bunga oleh warga. Hal itu bertujuan untuk tanda jika sedang melintas jalan tersebut lebih hati-hati.

“Sudah ada satu bulanan. Jelas membahayakan lah, sudah ada yang pernah jatuh sampai masuk sawah,” kata Lukman warga setempat.

Awalnya, lanjut dia, karena jalan ada yang ambles dan ada juga berlubang. Kemudian oleh pengelola galian C diuruk dengan sirtu. Namun lama kelamaan material berserakan, karena tidak ada perekat aspal.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Binamarga DPU PR Purbalingga, Nugroho menyampaikan bahwa adanya material tersebut bukan dinas yang menaruh. Dimungkinkan, kerikil tersebut merupakan upaya pengurukan jalan berlubang atau gelombang, yang dilakukan oleh truk angkutan sirtu.

“Itu bukan kita (DPU PR, red), tapi mungkin truk angkutan sirtu karena di Arenan ada tambang galian C di Kali Gintung,” katanya, kemarin.

Mengenai adanya kerusakan jalan, Nugroho menyampaikan pihaknya memang sudah merencanakan perbaikan di jalan tersebut. Perbaikan akan dilakukan dengan menutup jalan berlubang, melalui dana pemeliharaan jalan. “Iya, kita gunakan pemeliharaan rutin jalan,” ujarnya. (min)

Komentar

komentar

BAGIKAN