CILACAP, SATELITPOST-Kejaksaaan Negeri Cilacap akhirnya menetapkan mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro sebagai tersangka kasus pembobolan kas daerah (Kasda) Kabupaten Cilacap sebesar Rp 10,8 miliar. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Berdiaman Simalango didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Bobi Haryanto mengatakan, pihaknya sudah mengantongi bukti kuat untuk menetapkan mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro sebagai tersangka dalam perkara bobolnya kas daerah sebesar Rp 10,8 miliar. Pembobolan kas daerah ini terjadi pada tahun 2006 silam.

“Setelah alat bukti cukup serta beberapa kali dilakukan gelar perkara, penyidikan, dan penyelidikan dengan memeriksa 18 saksi, akhirnya kami tetapkan Probo menjadi tersangka. Penetapan tersangka per tanggal 19 Mei lalu,” kata Kajari, Rabu (7/6) kemarin.

Menurutnya, berdasarkan temuan penyidik, Probo terlibat dalam kasus penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar.

“Dalam perkara ini, satu catatan pentingnya adalah tidak adanya Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Dalam  hal ini, penyidik menemukan peran dari tersangka yang ikut menandatangani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum menetapkan tersangka, Kejari Cilacap telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan meminta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya sesuai temuan dari BPK, kas bolong sebesar Rp 7,5 miliar, sedangkan penyidik Kejaksaan meyakini kas daerah yang bobol sebesar Rp 10,8 miliar.

“Kami juga meminta bantuan BPKP RI untuk menghitung kerugian negara yang timbul dalam kasus ini,” katanya.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, kata dia, namun penyidik belum melakukan penahanan terhadap mantan orang nomor satu di Cilacap yang menjabat dua periode tersebut. Bahkan, Probo juga belum menjalani pemeriksaan dengan kapasitasnya sebagai tersangka.

“Belum ditahan, yang bersangkutan belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Sudah dua kali kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka tapi yang bersangkutan belum datang,” ujarnya.

Dalam kasus ini, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lain. Sebab proses penyidikan masih terus dilakukan.

“Kemungkinan bakal bertambah tersangkanya. Saat ini kita fokus menyiapkan pemanggilan terhadap tersangka untuk diperiksa. Tersangka kita jerat UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No  20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.(amron_alfarizie@yahoo.com)

 

Komentar

komentar