Pembongkaran makam bayi di Cilacap gegerkan warga. (Renny Tania)

CILACAP, SATELITPOST-Warga Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara digegerkan dengan adanya pembongkaran makam mayat bayi di Taman Pemakaman Umum (TPU) Beji Limbangan, Jumat (12/1) pagi. Pasalnya, makam bayi perempuan bernama Khusnul Khotimah ini baru 40 hari meninggal ini berlubang.

Makam bayi yang digali ini merupakan anak ketiga dari pasangan Tasiwan (42) dan Karsinah warga RT 4 RW 3, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara. Makam yang masih ditutup dengan payung kertas, ini saat diketahui dibongkar terlihat beberapa jejak kaki di sekitarnya.

Topan Waluyo (46) penggali kubur di TPU Beji mengatakan pertama kali diketahui oleh warga yang akan menuju ke sawah sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu warga tersebut memberi tahu tetangganya jika ada kejadian itu.

“Tahu dari warga yang mau ke sawah, ada makam yang dibongkar orang, tidak tahu siapa yang membongkar. Lalu dilaporkan ke polisi,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas Kepolisian Resor Cilacap yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi mayat bayi Khusnul Khotimah ini, Tim Inafis Polres Cilacap melakukan pembongkaran dengan melibatkan warga, termasuk Topan.

Tasiwan, ayah bayi yang makamnya dibongkar mengaku kaget begitu tetangga memberi tahu jika kuburan anaknya ada yang membongkar. Dia yang rumahnya tidak terlalu jauh dari pemakaman ini langsung menuju lokasi.

“Di makam sudah ada tetangga, dan bapak saya. Makam anak saya sudah dibongkar, lalu lapor ke RW dan ke Polsek, baru ditangani. Untuk memastikan  anak saya atau tidak lalu dibongkar. Jasadnya masih,” katanya yang juga biasa dipanggil Kiswan.

Baca Juga : Si Bayi Lahir di Becak

Dia yang menyaksikan langsung mengatakan jika jasad anaknya masih, namun kayu penutup makam di bagian bawah beberapa di antaranya hilang. Selain itu, tali pengikat kain kafan jasad juga beberapa di antaranya hilang. “Bambu di dalam masih, hanya di bagian perut ke bawah yang sudah ngga ada. Di bagian kepalanya masih. Talinya juga diambil sekitar 3-4,” katanya yang bekerja sebagai buruh ini.

Usai memastikan jasad anaknya masih ada, kemudian jasad anaknya dikafani kembali dengan kain baru. Kemudian dimakamkan kembali seperti semula. Dari lokasi kejadian petugas mengamankan cetok yang diduga digunakan pelaku untuk membongkar makam bayi tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto melalui Kasubag Humas Polres Cilacap AKP Bintoro Wasono mengatakan petugas masih terus melakukan penyelidikan pelaku dan motif dilakukannya pembongkaran makam tersebut. Namun, petugas mencurigai kejadian ini dilakukan kembali oleh lelaki berinisial RS yang beberapa tahun lalu melakukan hal serupa di beberapa TPU.

Untuk memastikannya petugas melakukan mengamankan RS yang juga pernah melakukan hal serupa di tahun 2013 lalu. RS diamankan di sekitar Terminal Cilacap. “Informasi dari masyarakat jika tersangka ini hilir mudik di sekitar makam, sehingga ini menjadi bekal melakukan penangkapan terhadap RS ini,” ujarnya kemarin.

Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terhadap RS, yang diamankan di Polsek Cilacap Utara.(ale)

Komentar

komentar