PEDAGANG di Pasar Gede memperlihatkan beras dari Bulog yang dijual dengan harga di bawah harga pasar untuk menekan harga beras, Kamis (11/1).SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Naiknya harga beras saat ini membuat masyarakat memburu beras yang dijual oleh Bulog. Beras Bulog ini dijual di beberapa pedagang yang ada di Pasar Gede Cilacap.

Kios-kios sembako di Pasar Gede yang menjual beras Bulog ini, memiliki tanda dengan adanya poster di depan warungnya. “Sedia Beras Medium Dengan Harga Rp 9.000/kg”, dengan logo dari Bulog dan pemkab.

Pedagang sembako di Pasar Gede Cilacap, Husin Tanuwijaya mengaku sudah hampir satu bulan ini menjual beras dari Bulog. Harga yang dijual, sesuai dengan ketentuan dari Bulog seharga Rp 9.000/kg dengan kemasan 2 kilogram (kg), 5 kg dan saat ini per 15 kg.

“Jenis berasnya C4 medium. Adanya beras ini sangat membantu masyarakat, karena harga beras lainnya masih tinggi. Untuk IR C4 sekarang Rp 11 ribu dan yang Saigon eceran Rp 13.500,” ujarnya, Kamis (11/1).

Husin mengatakan setiap kali mengambil beras dari Bulog dia menyetok 2-4 kuintal. Hanya membutuhkan waktu satu minggu, stok tersebut habis. Banyak di antaranya para pembeli ini  merupakan pedagang nasi goreng, dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Sama halnya dengan Harun, penjual beras lainnya. Meski ada beberapa jenis beras yang dia jual, namun pilihan pembeli lebih banyak tertuju pada beras Bulog.

“Semua di tawarkan, tapi ya karena melihat harganya rendah, berasnya juga baik ya milih yang beras Bulog ini, harganya Rp 9 ribu/kg, lainnya kan ada yang Rp 13 ribu, Rp 12 ribu/kg,” katanya.

Dia mengaku belum banyak menyetok beras Bulog di kiosnya, karena memang baru seminggu ini menjualnya. “Nyoba jualan juga, baru ambil 4 karung atau 60 kg, Alhamdulillah banyak yang minat, bakul lontong atau pembeli biasa,” katanya.

Kepala Bulog Subdivre Banyumas, Setio Wastono melalui sambungan telepon mengatakan harga beras pada bulan Desember dan Januari ini cenderung mengalami kenaikan. Karena itu Bulog mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan operasi pasar (OP) beras di pasar.

Untuk di Cilacap sendiri, OP ini ada di beberapa pasar. Di antaranya Pasar Sidodadi, Pasar Gede, Pasar Sampang, Jeruklegi dan beberapa lainnya. Sampai saat ini Bulog sudah menggelontorkan sekitar 800 ton beras untuk OP di empat kabupaten.

“OP ini akan dilakukan sampai harga sama dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Kementerian Perdagangan Rp 9.450 untuk jenis beras medium,” ujarnya.

Kenaikan harga beras ini, kata dia, dikarenakan saat ini petani belum panen. Jika nantinya padi sudah dipanen, maka penggilingan masyarakat sudah cukup banyak. Maka harga akan kembali turun.

“Kemungkinan kalau panen di akhir Januari atau awal Februari, maka stok di masyarakat ada, sehingga harga akan turun,” katanya. (ale_rafter@yahoo.co.id)

Bakul Rames Keluhkan Pendapatan Berkurang

Kenaikan beras yang terjadi sejak menjelang Natal tahun 2017 lalu ini, memberikan dampak kepada para pedagang makanan. Terutama bakul nasi goreng dan nasi rames.

Mereka harus menyiasati dengan berbagai cara, karena modal membengkak akibat harga bahan baku yang terus melambung. Pasalnya, tak hanya beras yang mengalami kenaikan harga, tapi juga daging ayam dan telur.

“Berasnya saya biasa beli yang C4 harganya Rp 9 ribu, sekarang Rp 12 ribu,” kata Slamet Samtowiyono, Rabu (11/1).

Slamet yang sudah berjualan nasi goreng dan mi goreng sejak tahun 1987 ini mengaku meski bahan baku mengalami kenaikan, tetapi tidak bisa menaikkan harga. Karena itu, dia hanya mengurangi porsi nasi yang dijualnya.

“Biasanya kalau jadi 10 porsi sekarang jadi 11-12 porsi harga tetap, kalau pas lagi seperti ini dinaikkan susah, kalau naik pas Lebaran enak, harganya masih tetap satu porsi Rp 13 ribu,” ujarnya.

Dalam setiap harinya, dia yang berjualan di Pasar Gede Cilacap ini menghabiskan sekitar 5 kg beras. Dia berharap agar harga beras kembali normal.

“Harapannya harga beras bisa normal kembali, jadi keuntungnya bisa kembali lagi, sekarang berkurang. Biasanya Rp 50 ribu jadi hanya Rp 30 ribu saja,” ujanya.

Sama halnya dengan Mujiato pedagang rames di Sidanegara ini juga mengaku dengan kenaikan harga beras ini juga mau tidak mau harus menaikkan harga satu porsi nasinya.

“Ya mau tidak mau dinaikkan, biasanya satu porsi nasi saja hanya Rp 2 ribu, sekarang Rp 2.500, harga berasnya naik juga sih,” katanya.

Dia merasa heran, kenapa di Cilacap yang katanya surplus, tetapi harga beras naik terus sejak akhir tahun kemarin. Seharusnya, dengan surplus, maka harga beras di Cilacap bisa stabil terus. (ale)

Komentar

komentar