EMBUNG di Kompleks PLTPB Gunung Slamet
PURWOKERTO, SATELITPOST-PT.SAE selaku pelaksana pembangunan PLTPB Gunung Slamet menyatakan akan tetap melanjutkan pembanguan meskipun terjadi banyak penolakan. Pengeboran rencananya dilakukan 15 Desember 2017, sosialisasi di Graha Satria dilakukan sebegai syarat yang tertuang dalam dokumen UKL-UPL.
“Pengerahan alat berat sudah selesai, hari ini inspeksi dari Direktorat Panas Bumi, EBTKE Kementrian ESDM, ” kata Bintang Sasongko, area manajer PT.SAE.
Ia mengatakan, selama 60 hari bor akan tegak lurus masuk kedalam perut bumi hingga ribuan meter. Pengeboran pada tahap ini masih tergolong ekplorasi, belum sampai eskploitaai mengambil potensi panas bumi yang ada di gunung Slamet.
“Sampai sekarang gunung Slamet tidak punya data sama sekali. Jadi pengeboran ini masih untuk mengambil data, ” kata dia.
Pelaksana pengeboran dilakukan oleh perusahaan asal amerika, Halliburton melaui Apexindo yang berkantor di Indonesia, meskipun keduanya perusahaan yang pemiliknya dari Amerika.
“Hallliburton dari amerika yang mengerjakan Apexindo itu indonesia meskioun sebenarnya sama pemiliknya dari amerika, ” kata dia.
Adapun terkait ganti rugi, ia mengatakan PT.SAE akan mengganti rugi semua dampak pembangunan PLTPB Gunung Slamet. Sebelumnya ia juga sudah melaksakan ganti rugi ke warga terdampak.
“Hari senin kemarin 40 orang kami ganti rugi. Yang penting mengikuti mekanisme kami, kami menggunakan mekanisme pemerintahan. Jika ada keterangan dari dinas pertanian, perikanan atau dinas terkait ditandatangi camat maka ganti rugi akan kami berikan, ” kata dia. (kim)

Komentar

komentar

BAGIKAN