PURBALINGGA, SATELITPOST–Pengerjaan proyek trotoar dan drainase di sepanjang Jalan MT  Haryono kembali dikeluhkan warga, khususnya warga Karangsentul Purbalingga. Pengerjaan proyek dinilai asal-asalan dan tidak mengindahkan kepentingan masyarakat lain. Sudah berbulan-bulan, masyarakat merasa terganggu aktivitasnya.

Sudah tiga bulanan masih saja seperti itu, material berserakan, itu kan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya warga Karangsentul yang memiliki toko di tepi jalan.

Sudino
Tokoh Masyarakat

Seorang tokoh masyarakat, RT 3 RW 2 Sudino, menyampaikan bahwa sudah berbulan-bulan pekerjaan proyek namun material masih banyak yang berserakan. Hal itu disebabkan karena galian yang digunakan untuk drainase tak kunjung selesai ditutup.

“Sudah tiga bulanan masih saja seperti itu, material berserakan, itu kan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya warga Karangsentul yang memiliki toko di tepi jalan,” kata Sudino, kemarin.

Dia menyampaikan, bahwa warga di kompleksnya banyak yang merasa terganggu. Bahkan pada setiap pertemuan RT di wilayahnya, selalu membahas soal kondisi tersebut. Karena sebagian dari warga tersebut memilik usaha di tepian jalan tersebut. Karena aktivitas proyek, sehingga usahanya terganggu.

“Karena sudah sampai tiga bulan kondisi seperti itu saja, jadi menurunkan omzet. Bahkan ada yang memilih tutup. Selain itu, karena air yang tidak mengalir, menjadikan banyak nyamuk,” ujarnya.

Selain karena terganggunya aktivitas keseharian, masyarakat juga mengeluhkan karena ada saluran irigasi yang tertutup adanya drainase. Padahal, aliran tersebut dimanfaatkan untuk mengairi persawahan.

“Ini juga ada salahnya bagian perencanaan, karena saat penggambaran tidak memikirkan hal ini (irigasi, red), nah pas saya tanya ke pemborong, dia menjalankan sesuai gambar saja, jadi aliran itu tidak ada dalam gambar,” kata Sudino.

Lebih lanjut Sudino menyampaikan, bahwa karena material yang berantakan di ruas jalan, menjadikan faktor kecelakaan. Selama adanya proyek tersebut, sedikitnya sudah lima kali dia mendapati adanya kecelakaan di sekitar tempat usahanya.

“Itu kan sebelum diangkut, ada tunggak pohon besar diletakkan di jalan, ditambah kondisi yang gelap, sudah lima kali saya nolongi orang kecelakaan di sini,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga meminta pada kontraktor bisa bekerja lebih efektif, agar merugikan masyarakat. Pengerukan tanah, harus secepatnya kembali ditutup. Karena jika pengerjaan terlalu lama bisa merugikan para pemilik toko di sepanjang jalan tersebut.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo mengatakan, drainase tepian jalan akan dilebarkan. Karena trotoar dibongkar dan dikeruk, maka toko-toko yang berada di depannya jelas terganggu.

“Jadi kami harapkan kepada kontraktor untuk segera menutup galian, sehingga akses masyarakat ke toko tidak terganggu terlalu lama. Paling tidak tiga hari galian sudah ditutup kembali, maksimal satu pekan,” katanya. (aminbellet@gmail.com)

Komentar

komentar