PURWOKERTO, SATELITPOST-Puluhan tokoh Banyumas berburu rekomendasi partai politik untuk kontestasi Pilkada Banyumas 2018. Mereka mendaftar sebagai bakal calon bupati-wakil bupati melalui partai politik di Banyumas.

Bahkan, ada tokoh yang mendaftar lebih dari satu partai. Mereka berusaha mendaftar ke beberapa partai menjadi bakal calon bupati-wakil bupati. Pihak partai-partai pun akan menggodok puluhan calon ini untuk kemudian jadi bakal calon menuju kontestasi Pilkada 2018.

Beberapa partai yang di antaranya membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati adalah PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PKB, dan PKS. Tiga partai yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran adalah PDI Perjuangan, Golkar, dan PKB. Adapun Gerindra dan PKS masih membuka pendaftaran.

Ketua DPC PDIP Banyumas dr Budhi Setiawan mengatakan, banyak tokoh mendaftar jadi bakal calon karena kuasa pemerintah tidak menakutkan dan terbuka. “Kami bersyukur, artinya kami sebagai partai terbesar tidak melakukan hal di luar koridor demokrasi, sehingga membuat parpol atau tokoh non kader berani dan nyaman dalam berdemokrasi. Non kader tidak segan pula ke PDIP, mereka mendaftar dan kami siap bekerjasama membangun Banyumas, ” kata dia.

Meskipun PDIP bisa mengusung sendiri calon bupati, kata dia, namun PDIP tetap membuka pintu komunikasi dan koalisi. Perilaku yang tidak jumawa ini, kata dia, mendorong banyak pihak berani tampil dan meramaikan pesta demokrasi.

Habib Mahfudz, Ketua DPC PKB Banyumas tidak menyangkal di Banyumas saat ini tidak ada figur atau tokoh yang benar-benar menguasai penuh suara dan konstelasi politik di Banyumas.

“Banyumas ini iklimnya sangat demokratis, memang tidak ada yang benar benar menguasai penuh. Selain itu, partai memang mendorong agar partisipasi masyarakat Banyumas di Pilbup ini tinggi, ” kata dia.

Ia menilai rasa kepemilikan masyarakat Banyumas terhadap daerahnya sangat kuat. Keinginan untuk membangun Banyumas lebih baik membuat banyak tokoh di Banyumas ingin terlibat. “Bukan berarti kepemimpinan hari ini buruk. Namun kepedulian warga Banyumas terhadap daerahnya memang tinggi. Sehingga pantas banyak yang ingin berpartisipasi (menjadi bakal calon bupati-wakil bupati, red), ” kata dia.

Sekretaris DPD II Golkar Banyumas Arief Dwi Kusuma mengatakan, Golkar masih menjadi parpol yang dibidik calon pemimpin Banyumas. Buktinya, banyak tokoh yang mendaftar menjadi bakal calon bupati-wakil bupati.

“Fungsi partai adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat menjadi pemimpin di Banyumas. Terbuka dan kami sosialisasikan pula di media, agar masyarakat bisa ikut mengawal,” kata Arief Dwi Kusuma.

Ketua Desk Pilkada DPC Partai Gerindra Banyumas, Adhi Wiharto mengatakan, semua pendaftar akan melalui prosedur yang sudah ditetapkan. “Semuanya prosedur harus dilewati, nanti rekomendasi kita akan turun dengan dasar hasil survei,” ujar Adhi.

Dengan banyaknya calon yang mendaftar, katanya, maka semua harus bersaing. Sebab, nantinya rekomendasi tak akan turun pada semua calon. “Apalagi, banyak yang memiliki kualitas bagus, jadi harus bersaing,” katanya.

Ketua DPD PKS Banyumas, Setya Ari Nugraha mengatakan pembukaan pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati yang dilakukan PKS bukan atas permintaan calon tertentu. Namun karena ada beberapa tokoh atau figur yang ingin mendaftar lewat PKS. “Tugas partai hanya menyiapkan mekanisme penjaringan dan penyaringan kepada siapa saja warga Banyumas yang bersedia berkontribusi ditawarkan ke masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, PKS tentunya membuka kesempatan dan komunikasi politik dengan banyak pihak. Kesempatan juga dibuka bagi tokoh yang sebelumnya belum pernah menjalin hubungan politik dengan PKS. (auliaelhakim01@gmail.com/mr.pramukti@gmail.com)

1. Persaingan Bakal Seru

Pengamat Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Ahmad Sabiq persaingan mendapatkan rekomendasi bakal seru dan dinamis. Sebab, sesuai dengan survei, pemilih yang belum menentukan proporsinya sangat besar.

Dia mengatakan, setidaknya hasil survei LPSI yang menyatakan 82% pemilih belum menentukan pilihannya merupakan gambaran bahwa Pilbup kali ini, kandidat Bupati diminati banyak tokoh.

“Lazimnya pilkada, pemilih yang sudah menentukan sudah banyak. Namun undecided voter sampai 82%, ini mengejutkan. Wajar jika yang terjadi banyak tokoh muncul berminat menjadi kandidat bupati, ” kata dia.

Dia mengatakan, para kandidat akan bersaing menyosialisasikan diri. “Dalam bulan-bulan kedepan akan sangat kompetitif, dalam memperebutkan suara undecided voters, ” kata dia. (aulia el hakim)

2. PKB Akan Buka Seminar Visi Misi Balon Bupati

DPC PKB Banyumas menyatakan akan mengadakan seminar terbuka bedah visi misi kandidat bakal calon (balon) Bupati Banyumas. Langkah tersebut untuk membuka partisipasi masyarakat sekaligus melakukan pencerdasan kepada pemilih pada Pilkada 2018.

“Dalam seminar nanti kami mengundang PAC-PAC di 27 kecamatan. Mengundang seluruh parpol yang ada di Banyumas serta mengundang masyarakat terbuka agar bisa ikut membedah visi misi para balon Bupati,” kata Habib Mahfudz, Ketua DPC PKB Banyumas, Rabu siang (6/9).

Seminar rencanya akan dilaksanakan di gedung Muslimat NU Purwokerto, pada rentang waktu pekan kedua hingga akhir bulan ini. Visi misi balon Bupati dibedah oleh akademisi dari Unsoed, tokoh politik senior, dan tokoh para tamu yang hadir termasuk masyarakat umum.

“Intinya ini bagian dari kreasi kami, agar mencerdaskan pemilih di Banyumas. Sekaligus tindak lanjut sosialisasi dan pengenalan balon di DPC PKB ke masyarakat,” kata dia.

Kegiatan tersebut, merupakan satu dari sejumlah langkah sosialisai serta pengenalan balon kepada masyarakat. Sehingga pembiayaannya pun dilakukan secara gotong-royong dengan balon Bupati yang mendaftar.

“Dengan gotong-royong, balon Bupati akan menjadi ringan biayanya dalam mengenalkan diri ke masyarakat. Sebab ditanggung bersama, tidak ditanggung sendirian,” kata dia. (aulia el hakim)

Komentar

komentar

BAGIKAN