KARANGPUCUNG, SATELITPOST-Atap bangunan SMK Negeri Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap ambruk setelah seharian diguyur hujan deras, Selasa(14/11). Bangunan Bengkel Praktik Siswa yang ambruk ini mengakibatkan sejumlah peralatan dan kendaraan yang digunakan untuk praktik siswa rusak karena tertimpa rangka baja atap bangunan.

Menurut Keterangan Kepala SMK Negeri Karangpucung, Drs Suharto MSi melalui Bagian Sarana dan Prasarana Sekolah Agus Dasmono MPd kepada SatelitPost, ambruknya rangka bangunan gedung terjadi sekitar pukul 24.00 WIB. Dia menduga bangunan berukuran 30 meter x 12 meter yang berusia 11 tahun ambruk  disebabkan rangka yang sudah berusia 11 tahun tak kuat menahan beban air hujan deras  dari sore hingga malam hari.

Beruntung kejadian tersebut terjadi bukan pada jam belajar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, secara teknis dan kontruksi baik rangka maupun bangunan sudah sesuai standar mulai dari bentangan, kuda-kuda maupun ketebalan baja yang digunakan. Menurut penghitungan teknis, kekuatannya diperkirakan bertahan hingga 20 tahun dan garansi 10 tahun. “Ini di luar penghitungan kami, estimasi kualitas akan kuat sampai dengan 20 tahun namun baru 11 tahun sudah runtuh,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, lima unit kendaraan roda empat dari berbagai merek dan model, mesin, peralatan bengkel dan fasilitas praktik siswa mengalami kerusakan mencapai 25 persen. Sedangkan kerusakan bangunan terutama rangka dan atap genteng mencapai 100 persen termasuk dinding bagian barat tertarik beban rangka yang ambruk. Total kerugian kerugian akibat kejadian tersebut sebesar Rp 521 juta meliputi bangunan yang rusak Rp 222 juta dan peralatan bengkel, mobil praktik, stand dan lainnya Rp 229 juta.

Walaupun Bangunan Bengkel Praktek ambruk kegiatan praktikum siswa tetap berjalan. Sekolah melakukan perubahan jadwal praktik dan memindah ruang praktik ke ruang lain secara bergantian. Kemudian untuk memperbaiki bangunan tersebut, sekolah bermusyawarah dan berkoordinasi dengan Komite Sekolah dan Balai Pengkajian Pendidikan Menengah Khusus (BPPMK). SMKN Karangpucung diarahkan untuk memperbaiki bangunan tersebut. “Sementara yang kami lakukan adalah mengamankan aset dan memperbaiki perlengkapan dan peralatan praktik yang masih bisa digunakan,” katanya.([email protected])

Komentar

komentar

BAGIKAN