Ilustrasi

PURWOKERTO, SATELITPOST-Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas menyatakan tindakan penyergapan taksi online oleh sejumlah oknum taksi konvensional adalah perilaku main hakim sendiri. Bahkan Polri sementara ini juga tidak bisa melakukan penilangan terhadap pelangaranan taksi online karena Permenhub 108 tahun 2017 baru berlaku efektif pada tanggal 1 Ferbuari 2018.

“Menyergap dan menangkap taksi online yang sedang beroprasi di luar Polri itu namanya main hakim sendiri, walaupun diarak dibawa ke kantor Polisi juga. Harusnya cukup melaporkan dan pihak berwenang yang akan menindaklajuti,” kata Kepala Dishub Banyumas, Sugeng Hardoyo, Kamis (11/1).

Ia mengatakan, Polri sampai sekarang juga belum bisa menilang pelanggaran yang dilakukan pelaku taksi online. Apalagi seseorang atau kelompok tertentu di luar Polri bertindak melakukan penyergapan, menurutnya tindakan tersebut hanya semakin mengacaukan situasi.

“Polri nanti yang akan bertindak, berwenang menilang. Itu pun setelah tanggal 1 Februari mendatang. Jika ada pelanggaran, seperti tidak bisa menunjukan izin beroprasi dan tidak memasang stiker yang sudah ditentukan,” kata dia.

Ia meminta pengemudi taksi konvensional untuk mengikuti aturan, sebab Dishub Banyumas juga sudah memberikan prioritas kuota jatah taksi online kepada taksi konvensional. Setelah taksi konvensional merasa terpenuhi, sisanya akan diberikan terbuka kepada masyarakat umum yang lolos mendapatkan ijin taksi online.

“Sudah kami prioritaskan, kami ajak untuk memanfaatkan kuota taksi online. Silakan dimanfaatkan. Tugas kami di situ, penindakan tugas Polri, masyarakat siapapun tentu sebaiknya mengikuti aturan yang berlaku,” kata dia.

Sebelumnya terjadi lagi keributan antara taksi konvensional dan online. Satu taksi online diamankan dan dibawa ke Sat Lantas Polres Banyumas lantaran kedapatan menarik di sekitar Alun-alun Purwokerto, Senin (8/1).

Menurut keterangan Ganang seorang pengemudi taksi online, ia mendapati laporan temannya Jais sedang ditahan oleh ojek konvensional. Kemudian ia ke Alun-alun Purwokerto. “Saya tanya kenapa teman saya. Mereka meminta saya untuk dibawa ke Lantas mau ditilang,” kata dia.

Beberapa ancaman sempat dilayangkan kepadanya ketika beradu argumen dengan taksi konvensional. Namun, agar tidak memperkeruh suasana ia mengikuti kemauan para pengemudi taksi konvensional untuk pergi ke kantor Sat Lantas.

Ketika sampai di Sat Lantas mereka kemudian dimediasi pihak kepolisian. Hingga akhirnya mediasi dilanjutkan esok hari menunggu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas. (kim)

Komentar

komentar

BAGIKAN