JAKARTA, SATELITPOST – Persoalan melonjaknya harga bawang putih disinyalir akibat permainan nakal oknum importir bawang putih. Beberapa pekan lalu harga bawang putih sempat mencapai Rp 70.000 per kilogram dari yang biasanya hanya Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) Syarkawi Rauf menduga lonjakan harga terjadi akibat permainan importir yang menahan pasokan bawang putih masuk ke pasar.

Imbasnya stok bawang putih di berbagai pasar menipis dan harga meningkat tajam ditambah dengan konsumsi masyarakat yang meningkat selama bulan Ramadhan.

“Fakta di lapangan kami duga, mahalnya bawang putih itu karena adanya tindakan pelaku usaha yang dengan sengaja mengurangi pasokan sehingga terjadi kelangkaan dan menyebabkan harga menjadi tinggi,” ujar Syarkawi di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Selasa (6/6) dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, harga bawang putih sebagai salah satu komoditas strategis rawan dipermainkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut imbas dari ketergantungan kebutuhan bawang putih nasional dari negara lain.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), Indonesia memiliki kebutuhan bawang putih setiap tahunnya sebesar 500.000 ton dan 97 persen dipenuhi melalui impor.

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas (satgas) Pangan Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, hingga saat ini satgas pangan telah menangani tiga kasus penyelewengan pasokan bawang putih oleh importir bawang putih.

“Khusus bawang putih ada tiga kasus, di Jakarta, Medan, dan Surabaya, jumlahnya di Jakarta 182 ton, di Medan 60 ton, dan Surabaya sekitar 30 ton. Modusnya itu menimbun, menunggu harga naik baru dilepas,” ujarnya.([email protected])

Komentar

komentar