JAKARTA, SATELITPOST-Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) hingga permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin diajukan oleh organisasi pers ataupun organisasi wartawan.

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, mengatakan, imbauan tersebut dilakukan untuk menghindari penipuan oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan ataupun perusahaan pers. “Sikap Dewan Pers ini dilandasi sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan. Juga untuk mendukung upaya pemberantasan praktik korupsi yang sedang marak saat ini. Dewan Pers tidak dapat membiarkan praktik tidak terpuji di mana wartawan, perusahaan pers atau organisasi wartawan yang banyak bermunculan belakangan ini meminta-minta sumbangan, bingkisan ataupun Tunjangan Hari Raya,” kata dia dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam rilis ini, Yosep juga mengatakan jika ada oknum yang mengaku wartawan dan melakukan pemaksaan meminta hak yang disebutkan di atas, untuk segera melaporkan ke kantor polisi. “Apabila ada oknum wartawan yang mengaku dari media ataupun sebuah organisasi wartawan menghubungi Bapak/Ibu dan meminta dengan cara memaksa, menekan, atau bahkan mengancam, agar mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Atau dapat juga melaporkan ke Dewan Pers.”

Menurut Yosep, ada empat organisasi perusahaan pers yang terverifikasi, yaitu Serikat Perusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), dan Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVL). Selain itu, ia juga menyebut ada tiga organisasi wartawan yang sudah terverifikasi, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).(gan)

Komentar

komentar