PERWAKILAN Kementerian Pertanian dan stakeholder yang lain memamerkan padi yang dipanen.

BINANGUN, SATELITPOST-Kementerian Pertanian RI melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Kodim 0703 Cilacap, serta Gapoktan ‘Tani Makmur’ melakukan panen bersama di Desa Binangun Kecamatan Binangun, Senin (8/1). Padi yang dipanen varietas Inpari 33 dengan produktivitas 9,3 ton per hektare.

Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmono mengatakan, untuk Jawa Tengah pada bulan Januari ini ada sebanyak 110 ribu hektare sawah yang siap panen. Sedangkan pada Februari ada sebanyak 340 hektare yang panen. Sedangkan di Cilacap dari 64 ribu hektare lahan sawah, pada bulan Januari ini ada sebanyak 5 ribu hektare sawah yang siap panen, dan 13 ribu hektare sawah pada Februari mendatang.

Untuk Kecamatan Binangun ada sekitar 2.900 hektare sawah yang siap panen, dan seluas 250 hektar lahan sawah yang siap panen di Desa Binangun.

“Cilacap memiliki keistimawaan, karena menjadi sentra produksi beras tertinggi di Jawa Tengah. Dari segi luas panen bulan Januari ini hampir 5 ribu hektare, bahkan nanti Februari sekitar 13 ribu hektare. Dalam minggu ini 250 hektare, siap panen semua,” ujarnya dalam safari panen di Jawa Tengah.

Momon menegaskan dengan luasnya lahan sawah yang siap panen ini, artinya setiap hari di Cilacap sampai Februari, bahkan Maret nanti akan ada panen. Selain itu, setiap hari juga siap untuk ditanami kembali.

“Saya meminta kepada Bulog untuk melakukan serapan gabah melalui pendekatan komersial. Selama itu menguntungkan secara ekonomis boleh membeli di atas HPP. Dengan tingginya produksi panen ini, maka sangat tidak layak jika ada impor beras, karena kita siap,” katanya optimistis.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Gunawan mengatakan, ditargetkan produksi beras di Kabupaten Cilacap pada tahun 2018 ini melebihi 900 ribu ton. Angka ini ditarget lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 sebanyak 888 ribu ton, dan pada tahun 2017 kemarin sebanyak 890 ribu ton.

“Dengan luas yang ada yang ada bisa tercapai, namun yang terpenting merubah etos kerja petani menjadi lebih bersemangat lagi. Ini panen Januari, akan lebih strategis jika panen mulai pada bulan Desember dan awal Januari, karena barang saat itu langka, harga juga bagus, sinar matahari banyak,” katanya.

Dengan jumlah produksi yang ada, saat ini Cilacap sudah memberikan kontribusi surplus ke Jawa Tengah sebesar 17 persen, atau 368 ribu ton beras.

Karena itu, untuk terus meningkatkan produktivitas hasil panen, Dinas Pertanian mengharapkan kepada para petani agar mau menanam di musim ketiga. Terutama jika ada air.

“Petani diharapkan pada (musim) ketiga, ada air petani mau tanam. Karena harga pasti bagus dan produksi pasti bagus juga. Asal dilaksanakan serentak, karena kalau tidak risikonya akan banyak burung. Kalau kesulitan alat-alat bisa ke Dinas Pertanian, kita bisa menggerakan traktor atau alat-alat lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengujian Teknologi Pertanian Kementan Herwanto menegaskan varietas Inpari 33 ini merupakan varietas yang tahan akan wereng batang cokelat. Selain itu terbukti, hasil produksinya juga lebih tinggi dari Ciherang dan lainnya.

“Jadi ini harus dikembangkan. Saya juga mengharapkan selain menggunakan varietas unggul baru, petani juga diharapkan menggunakan sistem tanam Jajar Legowo yang sudah terbukti meningkatkan produksi tanaman,” katanya.

Dalam panen perdana di Desa Binangun kemarin, juga dihadiri oleh Kasdim 0703 Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofiq, para Danramil Distrik Kroya, Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Cilacap, Kepala Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Magelang (STPP Magelang) Penanggung Jawa Upsis Jateng dan DIY Ir Ali Rachman, perwakilan Sub Divre Banyumas, Forkompimcam Binangun dan petani. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN