Komunitas Purwokerto Undercover

Tepatnya 10 Oktober 2015 di sebuah angkringan di Pasar Wage, Komunitas Purwokerto Undercover (PUc) secara resmi membentuk struktur organisasinya. Terpilih Usep Kustiwa sebagai Ketua PUc dan Ria Purnamasari sebagai bendahara.

Sebelum berkiprah secara nyata, cikal bakal PUc sejatinya berasal dari sebuah grup social media Facebook. Saat itu grup Facebook Purwokerto Undercover telah memiliki anggota sekitar 10 ribu. Bukan jumlah yang sedikit. Karena tak hanya beranggotakan wong Mbanyumas. Tapi juga orang Banyumas yang saat ini berada di perantauan (kota besar).

“Akun grup Facebook Purwokerto Undercover adalah wadah untuk tukar infomasi. Biasanya info-info terkini yang terjadi di Banyumas dan sekitarnya. Sehingga mereka (wong Banyumas yang di perantauan, red) bisa update info yang terjadi di sini (Banyumas, red),” kata Usep Kustiwa.

Komunitas Purwokerto Undercover

Ingin lebih “nyata” pergerakan yang dilakukan, atas saran sejumlah anggota yang meminta dilakukan kopi darat (kopdar), yang pada akhirnya terselenggara pada 10 Oktober 2015.

Diceritakan, kopdar kali pertama tersebut langsung merumuskan sejumlah hal penting. Selain terbentuk susunan pengurus, dibahas juga terkait program kegiatan PUc yang dirangkum dari usulan para anggota PUc. Di antaranya kegiatan yang lekat dengan kepedulian sosial di antaranya dengan menggelar aksi sosial bagi nasi bungkus atau box, pemberian santunan, hingga bedah rumah yang tak layak.

“Untuk kegiatan pembagian santunan, penerimanya kita pilih dari kaum dhuafa, jompo, dan anak yatim piatu yang ada di Banyumas,” ujar dia.

Kita akan mendatangi para penerima santunan. Sehingga ikatan emosional yang terjalin lebih terasa. Selain itu juga sebagai bukti pertanggungjawaban kami kepada para donatur yang telah “menitipkan” santunannya lewat PUc.

“Jadwal kegiatan ini setiap dua minggu sekali,” kata dia.

Sementara itu, kegiatan bagi-bagi nasi box atau bungkus biasanya dilakukan setiap malam minggu. PUc biasanya menyasar di sekitar Pasar Wage hingga Alun-alun Purwokerto. Kita bagikan nasi bungkus pada mereka yang berhak menerima. Dimulai sejak pukul 21.00-24.00 WIB. Dengan total nasi bungkus yang kita bagikan sebanyak 50-100 bungkus setiap minggunya.

Dari mana dananya? Penggalangan donasi Komunitas Purwokerto Undercover untuk aksi sosial, biasanya dalam bentuk uang atau sesuai kemampuan anggota. Donasi tersebut berasal dari anggota PUc yang berada di Banyumas maupun yang sedang merantau. Donasi uang biasanya dilakukan secara sukarela atau ditransfer melalui rekening bank. Selain itu adapula beberapa anggota yang membawa nasi bungkus untuk dibagikan.

Gandeng Lintas Komunitas

Dalam setiap aksi sosialnya Komunitas PUc selalu bekerjasama dengan komunitas serupa. Komunitas pegiat sosial serupa yang tergabung dalam sebuah grup Facebook. Mereka menamakan diri sebagai Lintas Komunitas Banyumas Peduli. Perwakilan dari masing-masing komunitas grup Facebook tergabung dalam lintas komunitas sebagai pegiat sosial.

Komunitas pegiat sosial yang tergabung dalam Lintas Komunitas Banyumas Peduli adalah Purwokerto Undercover (PUc), Komunitas Motor Matic (Komet), Guyub Rukun Purwokerto (GRuP), Inyong Lan Rika (ILR). Ada juga Kurir Sorga, Dompet Kasih, Kabar Dawuhan, CB Plat-R, Plat-R Independen, Wahyu Satria Purnama (WSP), dan Sedulur Seni.

Komunitas Purwokerto Undercover

Selanjutnya ada Ajibarang Satu Keluarga (Ajisaka), Guyub Rukun Warga Tipar (Guruwarti), dan Paguyuban Gumelar Satu Keluarga (Pagusta), Gerak Sedekah Banyumas Raya (GSBR) dan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari). Banyumas Dalam Info (Bandafo), Cilongok Bersatu (Ciber), Lintas Komunitas Karanganyar (Linkkarmas), dan Purwokerto Kota Satria (Pukosa).

Kegiatan Lintas Komunitas Banyumas Peduli merupakan kegiatan bersama, sehingga perwakilan komunitas menyempatkan hadir. Forum Lintas Komunitas memang sebuah organisasi yang mengedepankan prinsip kekeluargaan. Sehingga yang datang pada setiap kegiatan adalah perwakilan komunitas sesuai kesanggupan anggotanya.

Forum Lintas Komunitas juga bergerak pada aksi-aksi sosial seperti bagi nasi, santunan dan bedah rumah. Sehingga dapat dikatakan semua komunitas serupa mempunyai kegiatan yang sama. Lintas Komunitas saling bersinergi perwakilan yang datang setiap kegiatannya berjumlah sekitar 50 orang.

Semua kegiatan sosial dari Komunitas Purwokerto Undercover maupun Lintas Komunitas Banyumas Peduli. Selalu bersinergi satu sama lain dan mengedepankan gotong royong sesuai kemampuannya. Contohnya kegiatan bedah rumah, perwakilan dari setiap komunitas menyempatkan datang. Mereka datang dengan membawa peralatan bangunan, membantu tenaga, dan membawa makanan.

Sampai saat ini Lintas Komunitas sudah mendapat dukungan dari Pemda Banyumas berupa izin melakukan setiap kegiatan sosialnya. Selain itu juga dalam aksi bedah rumah yang diadakan setiap minggunya mendapat dukungan dana sebesar Rp 2,5 juta. Untuk aksi bedah rumah biasa dilakukan setiap minggu selama tiga hari, mulai Jumat, Sabtu dan Minggu.

Lintas Komunitas juga bersinergi dengan organisasi masyarakat lain. Gerakan sosial dapat berdampak positif dengan berkurangnya angka permasalahan sosial di Banyumas. Lintas Komunitas mempunyai tujuan agar Kabupaten Banyumas dapat menjadi percontohan nasional. Supaya bisa tercapai diperlukan saling kerjasama antar komunitas yang didukung oleh Pemda Banyumas.(cr-2)

Komentar

komentar

BAGIKAN