Terapi Menyembuhkan Penyakit Cinta

Setiap orang tentu punya rasa cinta. Baik kepada lawan jenis atau cinta kepada yang lainnya. Cinta kepada lawan jenis lebih identik dengan asmara. Namun demikian, tidak sepatutnya rasa cinta diekspresikan secara vulgar dan tanpa etika. Misalnya sampai menabrak norma yang berlaku, baik norma agama, sosial, dan hukum. Juga harus tahu, apakah cinta itu kadarnya halal atau haram.

Cinta terpuji yang paling besar dan utama adalah cinta hanya kepada Allah Swt. Jenis cinta ini adalah penyebab utama kebahagiaan seseorang. Mereka yang memiliki cinta ini meski masuk neraka karena dosa-dosanya, mereka tidak kekal di sana.

Cinta yang terpuji adalah cinta yang mendatangkan manfaat pada orang yang mencintai di dunia dan akhirat. Jika sedih, kesedihan itu bermanfaat baginya. Jika gembira, maka kegembiraan itu bermanfaat baginya (hal 12). Mengenai cinta tercela, DR Majdi al-Hilali dalam buku “38 Sifat Generasi Unggulan” berkata, “Orang yang menuruti hawa nafsu berarti menyembah dan menjadikannya sebagai tuhan, karena dia menuruti apa yang diperintahkan hawa nafsunya tersebut” (hal 15).

Lantas apa yang dimaksud penyakit cinta? Apakah itu benar adanya? Setiap cinta, baik terpuji maupun tercela, masing-msing memberikan pengaruh dan mengarahkan perasaan kejiwaan, rindu, kedekatan, gembira, menangis, sedih, dan lainnya. Cinta yang berlebihan dan membabi buta bisa mendatangkan berbagai penyakit cinta, seperti penyakit kasmaran, penyakit cinta buta, dan penyakit syahwat (LGBT). Semuanya adalah jenis penyakit yang berbahaya karena berkaitan dengan hati di mana cinta itu bersemi.

Menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah, seseorang yang melakukan cinta yang mendatangkan kesengsaraan bukanlah atas pertimbangan akalnya, namun karena kebodohan dan kezalimannya. Beliau berkata, “Di saat hati telah tersambung dengan Tuhan semesta alam (Pencipta penyakit dan obat; pengatur tabiat dan pengubahnya dengan segala kehendak-Nya), maka sesungguhnya dia telah memiliki obatnya tersendiri selain obat bagi hati yang ditawarkan padanya, tapi jauh dari penyembuhan yang diharapkan.

Dalam pengobatan penyakit hati ini, Rasulullah saw. menawarkan pengobatan dengan  obat-obatan hati dan rohani. Obat yang menambah kekuatan hati dan ketetapannya kepada Allah dengan selalu bertawakal kepada-Nya, menyerahkan segala hal ke pangkuan-Nya, tunduk kepada-Nya, bersedekah, berdoa, bertobat, memohon ampun, berbuat baik kepada semua makhluk, menolong yang teraniaya, dan juga menghilangkan kesedihan orang yang berduka. Obat jenis ini telah dicoba oleh banyak umat dari berbagai agama dan kepercayaan. Mereka menemukan kesembuhan yang tidak mereka dapati dalam ilmu kedokteran (hal 47).

Disebutkan dalam buku ini, terapi global penyakit hati adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah. Selalu senang mengingat-Nya dengan menyerahkan semua kekuatannya untuk mencapai keridhaan-Nya. Selalu meminta pertolongan kepada-Nya dan dengan bertawakal hanya untuk-Nya.

Sedangkan terapi khusus penyakit kasmaran ada dua. Pertama, terapi lahiriah, contohnya bepergian, menyibukkan hati dengan memikirkan berbagai pekerjaan, menikah, mengunjungi orang sakit, sering mendatangi majelis zikir, berkumpul dengan orang-orang zuhud, dan sebagainya. Kedua, terapi batiniah, contohnya memahami penyakit itu, menundukkan pandangan mata, menjaga hati untuk selalu mengingat Allah serta melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, merasa takut kepada Allah, memunculkan rasa malu kepada Allah, dan sebagainya.

Jika tubuh sakit, kita tinggal ke dokter untuk berobat. Akan tetapi, jika cinta kita yang sakit, ke mana kita berobat? Buku ini setidaknya bisa menjadi solusi dari masalah itu. Bukan saja membahas tentang berbagai penyakit cinta, tetapi juga terapi penyembuhannya. Ditulis dengan gaya sederhana dan familiar, memudahkan pembaca memahami isinya. Dalam buku ini juga disajikan kisah-kisah inspiratif tentang cinta sejati dan cinta tercela, yang dapat menjadi pelajaran dalam mengelola cinta. (*)

PERESENSI:

Teguh Wibowo, anggota Divisi Karya di Forum Lingkar Pena (FLP) Surabaya.

Judul              : Tuhan, Sembuhkan Cintaku

Penulis            : Harlis Kurniawan

Penerbit         : Tinta Medina (imprint Tiga Serangkai)

Cetakan         : I, November 2016

Tebal              : xiv + 146 halaman

ISBN              : 978-602-0894-44-7

 

Komentar

komentar

BAGIKAN