Kepala kanwil BPJS ketenagakerjaan Jateng-DIY Irum Ismantara memberikan materi dalam 40 Menit Mengajar di Gedung Roedhiro Unsoed, Rabu (15/11). SATELITPOST/ALFI
Kepala kanwil BPJS ketenagakerjaan Jateng-DIY Irum Ismantara memberikan materi dalam 40 Menit Mengajar di Gedung Roedhiro Unsoed, Rabu (15/11). SATELITPOST/ALFI

PURWOKERTO,SATELITPOST- ‎BPJS Ketenagakerjaan memberikan pendidikan spesial selama 40 menit kepada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Gedung Roedhiro, Rabu (15/11). ‎

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto, Imron Fatoni mengatakan, kegiatan‎ tersebut merupakan serangkaian kegiatan menyambut ulang tahun ke-40 BPJS Ketenagakerjaan dengan memberikan kuliah umum dengan tema ’40 Menit Mengajar’. “Selain di Unsoed, BPJS Ketenagakerjaan juga mengadakan kuliah umum di 49 universitas di seluruh Indonesia,” kata dia.

Kegiatan yang melibatkan jajaran direksi dan dewan pengawas ini dilakasanakan sebagai wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dibidang pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengenal lebih awal tentang penyelenggaraan jaminan sosial beserta program dan manfaatnya

Dengan tema “40 Menit Mengajar”, jajaran direksi, dewas dan pejabat level satu BPJS Ketenagakerjaan memberikan kuliah mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan selama 40 menit. Hal ini dipandang perlu sebagai bekal mahasiswa dalam mengahadapi dunia kerja.

“Kami sebagai badan publik dibawah presiden memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan termasuk mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mempunyai bekal tentang jaminan sosial sejak usia dini,” kata Kepala Kantor Wilayah Jateng-DIY, Irum Ismantara.

Irum, menjelaskan mengenai pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin kemandirian bila terjadi risiko sosial dalam hal terjadinya kehilangan atau berkurangnya pendapatan berupa uang (in cash benefit) maupun pelayanan (in kind benefit).

BPJS Ketenagakerjaan menurutnya melindungi pekerja seluruh Indonesia baik pekerja formal yang bekerja di perusahaan ada penerima upah dan pemberi upah, maupun pekerja informal. “Jadi tidak pandang perusahaannya besar atau kecil,”katanya.‎‎

Pada kegiatan ini, ia juga menjelaskan terkait peranan program JHT, JKM, JKK, dan JP dalam menyokong perekonomian bangsa melalui perlindungan pekerja dari berbagai resiko sosial dan ekonomi.

“Kami berharap kegiatan ini akan dapat terus dilaksanan tahun-tahun berikutnya dengan tujuan mengedukasi sebanyak-banyaknya mahasiswa akan pentingnya jaminan sosial,” kata dia.

‎Menurutnya, acara tersebut sangat efektif dilaksanakan, terbukti dengan antusiasme mahasiwa dalam mengikuti kuliah umum ini. Hal ini diharapkan dapat membekas di benak mahasiswa dan bisa diaplikasikan di dunia kerja nantinya.‎ (adv/alf)‎

Komentar

komentar

BAGIKAN