MARAWI, SATELITPOST-Militer Filipina mengatakan, sejumlah militan Islam yang menyerbu kota Marawi di Mindanao bulan lalu mungkin telah keluar dari kota, kabur ke kota lain, dan membaur dengan pengungsi di sana.

Juru bicara militer militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan, keamanan telah diperketat di kota-kota tetangga Marawi, seperti Iligan dan Cagayan de Oro, demikian dilaporkan Reuters.

Pihak berwenang, katanya, sedang memburu orang-orang yang mencurigakan, yang diperkirakan akan “berusaha menebar teror” dan yang membuat warga panik. “Kami tidak menyangkal bahwa mungkin ada beberapa militan yang mungkin telah melarikan diri bersama pengungsi dari Marawi ke Iligan dan Cagayan de Oro,” katanya kepada wartawan di Manila seperti diberitakan Tribunnews.

Sementara itu jet tempur OV-10 menyerang sebuah daerah di Marawi, yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian para gerilyawan ISISsejak pertempuran 23 Mei lalu.

Militer Filipina mengatakan, hampir 200 militan, yang kebanyakan dari kelompok pemberontak lokal yang telah berbaiat kepada kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) dan beberapa militan asing, masih bertahan di Marawi.

Mereka, demikian Padilla, menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup dan masjid sebagai tempat berlindung yang aman. Upaya ratusan militan untuk menyerbu dan menguasai Marawi membuat negara-negara tetangga di Asia Tenggara khawatir bahwa ISIS mungkin saja melebarkan aksi brutalnya dari Filipina selatan.

Para menteri pertahanan dan pemimpin militer Indonesia, Malaysia, dan Filipina akan bertemu di Tarakan, di Kalimantan, pada Senin (19/6) untuk membahas ancaman tersebut.

Mereka juga akan menyetujui langkah-langkah untuk berkoordinasi lebih baik dalam menghadapi ancaman terorisme, yang telah kehilangan pengaruh di Irak dan Suriah tersebut, tetapi menancapkan kukunya di Asia Tenggara dengan berbasis di Filipina selatan.

Tarakan, kota pelabuhan, yang berada persis di sebelah selatan sisi Malaysia di Kalimantan dan berseberangan dengan Mindanao di Filipina selatan, bisa saja dimasuki militan ISIS.

Padilla mengatakan kepada wartawan bahwa informasi mengenai militan yang berencana untuk menyerang kota-kota tetangga Marawiitu didasarkan pada “kesalahan informasi yang disebarkan musuh”.

Faktanya, kapasitas musuh telah menurun secara drastis.

Dalam sebuah evaluasi tentang pertempuran di Marawi pada Jumat (16/6), militer Filipina mengatakan bahwa militan sayap ISIS di Marawi saat ini sudah melemah.

“Kekuatan musuh terus berkurang dan wilayah yang dikendalikan musuh terus menciut seiring kian majunya pasukan,” katanya, namun tidak memberikan indikasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merebut kembali kota Marawai dari sayap ISIS di Asia Tenggara itu.

Lebih dari 300 orang tewas dalam pertempuran di Marawi, menurut perkiraan resmi, termasuk 225 militan, 59 tentara, dan 26 warga sipil. Seorang politisi yang telah memimpin penyelamatan dan upaya bantuan mengatakan pada hari Kamis (15/6) bahwa warga yang melarikan diri dari Marawi telah melihat sedikitnya 100 mayat. Militer tidak bisa memastikan jumlah orang yang tewas dalam pertempuran itu. (lil)

Komentar

komentar