JERUSALEM, SATELITPOST-Aparat keamanan Israel menembak mati tiga warga Palestina yang melepaskan tembakan dan melakukan penusukan hingga tewaskan seorang polisi wanita di perbatasan Israel di Jerusalem, Jumat pecan lalu. Tak lama setelah kejadian, kelompok Negara Islam di Irak Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, Sabtu (17/6).

Dikutip dari Tribunnews.com, serangan terjadi secara bersamaan di dua wilayah dekat gerbang Damaskus, tembok Kota Tua di Jerusalem. Pada satu kejadian, dua warga Palestina ditembak mati setelah melakukan penembakan dan mencoba menusuk sekelompok petugas polisi Israel, kata pihak polisi. Pada kejadian lainnya, seorang warga Palestina menusuk seorang polisi wanita perbatasan sebelum akhirnya pelaku ditembak mati oleh polisi lainnya.

Seorang perwira Israel, korban kedua juga terluka dalam serangan tersebut.

Sedikitnya 247 warga Palestina dan satu warga Yordania tewas sejak gelombang kekerasan sporadis dimulai pada 2015 di Israel dan wilayah Palestina. Israel mengatakan setidaknya 167 dari mereka yang tewas adalah pelaku pembunuhan, penusukan, penembakan, atau serangan dengan menabrakan mobil. Sisanya tewas pada saat terjadinya bentrokan dan aksi protes.

Tiga puluh tujuh warga Israel, dua turis Amerika dan seorang mahasiswi Inggris juga tewas dalam kekerasan yang telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir namun belum berhenti. Israel mengatakan pemimpin Palestina telah menghasut warganya untuk melakukan kekerasan.

Namun pihak berwenang Palestina menyangkal tuduhan tersebut dan balik menuding  dalam banyak kasus, Israel telah menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam menangani pelaku kekerasan yang hanya menggunakan senjata sederhana.(gan)

Komentar

komentar