BAGI orang yang sedang berjuang mendapatkan berat badan ideal, momen berpuasa di bulan suci Ramadan seharusnya juga menjadi kesempatan untuk menurunkan berat badan.

Namun, yang sering terjadi justru sebaliknya, setelah 30 hari berpuasa jarum timbangan justru melonjak. Apa yang salah? Menurut Aldis Ruslialdi, Health and Nutrition Education Expert dari Nutrifood, puasa sebenarnya mampu memperbaiki kondisi kesehatan tubuh.

“Bisa membantu menurunkan berat badan dan juga memperbaiki profil kolesterol,” katanya dikutip dari Kompas.com. Tetapi, menurut Aldis, manfaat berpuasa itu tidak didapatkan karena kebiasaan makan berlebihan saat berbuka.

“Kebanyakan orang sudah merasa berjuang menahan lapar dan haus seharian, sehingga butuh reward saat berbuka. Akibatnya makan berlebih,” ujarnya. Saat berpuasa, waktu makan yang semula 3 kali dengan dua kali camilan, berubah menjadi hanya dua kali waktu makan, yaitu sahur dan berbuka. Jika saja kita bisa menahan nafsu “balas dendam” saat berbuka, seharusnya berat badan tidak akan bertambah.

“Walau makannya hanya dua kali, tapi jumlah kalori yang dikonsumsi justru lebih banyak dari hari-hari biasa. Orang justru memanfaatkan waktu makan yang sedikit itu dengan makan sangat maksimal. Konsumsi gula dan lemak juga lebih banyak,” ujar Aldis.

Untuk menyiasatinya, ia merekomendasikan agar pemilihan menu sahur dan berbuka dilakukan dengan cermat. “Makanan yang masuk seharusnya menggantikan nutrisi yang hilang saat puasa. Jangan hanya mengasup gula dan gula saja,” katanya.

Konsumsilah lebih banyak sayuran, buah, dan daging tanpa lemak. Untuk karbohidrat, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, pisang, atau roti gandum. Batasi asupan gula. “Pilihlah yang tidak terlalu manis atau jus buah. Walau buah manis tetapi masih ada kandungan serat dan vitaminnya,” ujarnya.(gst)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY