SATPOL PP mengamankan warga yang terjaring razia PGOT di Purbalingga, Kamis(8/6). SATELITPOST/AMIN WAHYUDI

PURBALINGGA,SATELITPOST–Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purbalingga kembali lakukan penertiban terhadap Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT), Kamis (8/6). Hasil kegiatan tersebut, sembilan PGOT yang biasa mangkal di perempatan dan terminal Purbalingga diamankan. Dari jumlah tersebut, rata-rata merupakan muka lama yang pernah terjaring pada operasi sebelumnya.

Kasi Ketertiban Umum, Satpol PP Purbalingga Sutarno SH mengatakan selain karena peningkatan kegiatan selama bulan Ramadan, operasi yang dilakuakn itu juga berdasarkan laporan masyarakat. Semakin maraknya PGOT di wilayah Purbalingga dinilai meresahkan masyarakat.

“Hari ini sembilan orang yang terjaring, kebanyakan merupakan wajah lama, sudah kena razia beberapa kali, seperti Veri dan Iqbal ini, langganan razia. Dia warga Kecamatan Kalimanah. Orang tuanya sudah angkat tangan,” Kata Sutarno.

Setelah dilakukan pendataan dan menandatangani surat pernyataan, para PGOT tersebut diserahkan pada Dinsos. Selama bulan Ramadan, pihaknya akan meningkatkan intensitas kegiatan. Seperti pengalaman sebelumnya, bulan Ramadan keberadaan PGOT semakin menjamur. “Setelah dibina dan diminta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, mereka diserahkan kepada Dinas Sosial,” ujarnya.

Sementara itu, terkait masalah penanganan PGOT, dari Dinas Sosial juga mengaku belum bisa maksimal dalam menanganinya. Tidak adanya rumah singgah di Purbalingga menjadi kendala. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Dalduk KB P3A, Sugiyono AKS.

“Upaya pengendalian PMKS belum maksimal. Selain susahnya menumbuhkan kesadaran untuk tidak mengamen dan mengemis, Dinsos juga belum memiliki rumah singgah untuk melakukan pembinaan secara intensif,” katanya, kemarin.

Lebih lanjut, Sugiyono mengatakan, untuk kegiatan selanjutnya, Disos, dan Satpol PP sudah berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan Aids Indonesia (KPAI) Purbalingga. Selain dilakukan pendataan dan pembinaan, para PGOT yang terjaring akan dilakukan tes HIV. “Ini sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan menularnya Aids,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pengamen yang terjaring razia kali itu, mengaku baru seminggu ada di Purbalingga. Sebelumnya, dia pernah tinggal di Baturaden, bekerja sebagai PSK. Pengakuannya, dia berasal dari Unggaran, Semarang.

“Baru seminggu di Purbalingga, selama ini tidur di kolong kursi terminal. Setelah menggambil KTP, nanti pulang ke Semarang,” kata perempuan dua anak itu. ([email protected])

Komentar

komentar

BAGIKAN
Berita sebelumyaLihat Bakat Anak
Berita berikutnyaFanous