PETUGAS BPBD Banjarnegara saat melakukan pengisian tanki sebelum droping air bersih ke desa yang mengalami krisis air di wilayah Banjarnegara

BANJARNEGARA, SATELITPOST-BPBD Banjarnegara terus melakukan perburuan air bersih guna mengatasi kekurangan air bersih saat musim kemarau. Cara tersebut dianggap sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekurangan air bersih di kabupaten setempat.

“Yang terpenting adalah ketersediaan sumber air, jika memang sumber sudah ada, maka kami akan usulkan untuk pemasangan pipa distribusi,” ujar Kalakhar BPBD Banjarnegara Arief Rahman.

Menurutnya, beberapa desa sudah menerapkan program tersebut, seperti sebagian Desa Karangsalam Kecamatan Susukan. Sebelumnya desa tersebut selalu kekeringan, namun dengan adanya pipanisasi pada tahun 2015 lalu, saat ini kebutuhan air bersih di itu sudah tercukupi. Tahun ini Desa Karangsalam juga mendapatkan bantuan program pipanisasi lanjutan dari pemerintah provinsi sebesar Rp 180 juta.

“Ada beberapa desa yang sebelumnya mejadi langganan kekeringan, saat ini sudah tidak lagi, seperti Pagedongan, Mantrianom, Masaran, Lebakwangi (Kecamatan Bawang), dan beberapa desa lainnya. Tahun ini, wilayah yang sudah tersentuh program pipanisasi sudah tidak meminta droping air bersih,” ujarnya.

Keberhasilan program ini juga dapat dilihat dari permohonan droping air bersih yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 52 desa yang terindikasi rawan, baru 29 desa yang meminta droping air bersih.

BPBD Banjarnegara juga mengusulkan pemasangan pipanisasi pada empat desa yang rawan kekeringan. Masing-masing Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara dengan panjang pipa 2 kilometer, Desa Purwasana (Punggelan) dengan panjang 3 kilometer, Desa Punggelan dengan panjang 1,5 kilometer, dan Desa Mantrianom Kecamatan Bawang dengan panjang pipa 500 meter.

“Desa-desa ini masih sangat mungkin untuk dilakukan pipanisasi, sebab masih terdapat sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Cara ini kami lakukan untuk penanganan kekeringan secara permanan, sebab memalui pencarian sumber air ini setidaknya bisa mengurangi masalah krisis air bersih di wilayahnya,” kata Arief Rahman. (oelsatriapos@yahoo.com)

Komentar

komentar

BAGIKAN