PRESIDEN Jokowi melantik Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6). KOMPAS.COM

JAKARTA, SATELITPOST-Presiden Joko Widodo melantik Dewan Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/6).

Pelantikan sembilan Dewan Pengarah dan Kepala UKP Pembinaan Pancasila tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 31/M Tahun 2017 tentang Pengangkatan Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Diketahui sebelumnya, lembaga nonstruktural berada di bawah sekaligus bertanggung jawab kepada Presiden ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017. Perpres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 19 Mei 2017.

 

Sebanyak sembilan orang diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai pengarah UKP PIP, mereka antara lain Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Mahfud MD, Syafi’i Ma’arif, Ma’ruf Amin, Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek AWS.

 

Adapun dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo turut mengangkat Yudi Latief selaku Kepala UKP PIP. Yudi Latief mengatakan akan memberdayakan komunitas untuk melakukan pembinaan Ideologi Pancasila di tengah masyarakat.

“Saya kira jalan terbaik adalah dengan memberdayakan komunitas,” ujar Yudi seusai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6) dikutip dari Tribunnews.com.

 

Dari komunitas, Yudi mengatakan semangat Pancasila dapat ditularkan kepada masyarakat melalui kegiatan yang sifatnya gotong-royong. Yudi menjelaskan, nantinya posisi Pemerintah hanya akan sebagai fasilitator dari kegiatan yang ada di komunitas itu.

 

Komunitas yang akan dilibatkan oleh UKP-PIP ini akan merangkul rohaniawan, budayawan, sienas perfilman hingga tetua adat. “Itu akan kami jaring dalam kontektivitas supaya sama-sama melakukan pengisian dan bertanggung jawab dalam Pancasila,” kata Yudi.

 

Yudi Latief juga mewacanakan peringatan bulan Pancasila, yang dimulai 1 Juni hingga 18 Agustus. “Di masa depan peringatannya itu bukan hanya pekan tapi bulan, menarik dari 1 Juni disempurnakan 22 Juni dan berakhir absah saat konstitusi diresmikan pada 18 Agustus,” ujar Yudi.

 

Yudi menginginkan peringatan bulan Pancasila bisa menjadi momentum untuk memantapkan ideologi Pancasila sebagai dasar negara di tengah masyarakat.

Selain diselenggarakan oleh Kementerian dan Lembaga Negara, Yudi Latief juga mewacanakan kegiatan bulan Pancasila juga dilaksankan oleh aktivis lintas agama hingga pengusaha besar maupun kecil. “Sehingga masalah-masalah kesenjangan sosial, ada good will dari pengusaha besar untuk bisa berbagi bagaimana proyek-proyek yang bisa berbagi yang lain, banyak yang bisa kita lakukan,” kata Yudi.(gan)

Komentar

komentar