KOMBES MARTINUS SITOMPUL. FOTONET

JAKARTA, SATELITPOST-Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap sejumlah anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di beberapa tempat di Medan dan Banten. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, penangkapan dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kelompok tersebut tidak melancarkan serangan seperti yang beberapa kali dilakukan sebelumnya.

“Kita tahu beberapa anggota jaringan ini melakukan beberapa tindak pidana terorisme, di antaranya yang di Kampung Melayu,” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/6).

Tiga orang yang ditangkap di Medan, yaitu R (37), J (41), dan A (46). Sedangkan lima orang yang ditangkap di Banten yakni SU, S (45), K (42), A (34), dan EM (52). Martinus mengatakan, Densus 88 masih mendalami peran dan keterlibatan mereka dalam sejumlah aksi terorisme. “Penindakan ini supaya tidak timbul lagi aksi bom bunuh diri dan aksi teror lainnya di mana yang dilakukan mereka menyerang pihak kepolisian,” kata Martinus.

Martinus mengatakan, JAD memiliki beberapa rayon atau cabang kelompok yang tersebar di sejumlah daerah. Kasus bom Kampung Melayu beberapa waktu lalu dilakukan oleh JAD di Bandung Raya. Dengan demikian, sebagai langkah antisipasi, polisi “menyandung” langkah mereka dengan melakukan penindakan sebelum aksi selanjutnya menyusul.

“Penyidik Densus lakukan penyelidikan untuk ungkap siapa saja yang masuk dalam jaringan ini. Semua (rayon) akan dilakukan penindakan supaya jangan muncul upaya mereka lakukan bom bunuh diri,” kata Martinus.(gan)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY