CILACAP, SATELITPOST-Kekeringan di wilayah Kabupaten Cilacap semakin meluas. Semakin banyak desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap.

Namun, masyarakat diminta bersabar, karena terbatasnya armada yang dimiliki oleh BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) dan juga Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wijaya. Hanya ada lima unit armada, dua dari BPBD, PDAM tiga unit dan satu unit dari PMI.

“Warga masyarakat harus sabar karena keterbatasan tangki, karena harus bergilir pengirimannya,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Martono.

BPBD sudah meminta bantuan armada ke provinsi, namun hasil dari komunikasi terbaru dengan BPBD Jawa Tengah, menegaskan beraja jumlah volume yang diajukan oleh BPBD Cilacap. “Kita sudah komunikasikan ke provinsi,” katanya.

Selain armada, pengiriman air besih di lapangan, kata dia juga mengalami kendala lainnya. Terutama letak geografis pengiriman air bersih. Tidak sedikit yang berada di daerah pegunungan, sehingga menyulitkan armada tangki yang membawa air sekitar 5 ribu liter ini.

“Kalau daerah yang dekat dan datar tidak masalah, tetapi daerah yang cukup sulit seperti daerah Binanagun Baru Bantarsari, Grugu, dan Keleng Kesugihan, Cisalak Cimanggu, merupakan daerah yang sulit dijangkau, karena dataran tinggi,” katanya.

Akan tetapi, BPBD, PMI maupun PDAM terus berusaha melakukan distribusi air bersih kepada warga. Sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan air bersih, terutama untuk konsumsi selama musim kemarau ini.

Terakhir, sampai Kamis (7/9) distribusi air bersih terus dilakukan. PMI dan RAPI Cilacap melakukan pengiriman air bersih di Dusun Ceger RT 1 dan RT 9 RW 1 Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung. (ale_rafter@yahoo.com)

 

 

Komentar

komentar

BAGIKAN