MIRYAM S HARYANI

JAKARTA, SATELITPOST-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim memiliki bukti rekaman pemeriksaan pada politikus Partai Hanura Miryam S Haryani yang mengaku diancam sejumlah anggota DPR. Ini merespons surat yang ditulis Miryam dan dibacakan dalam sidang perdana Panitia Khusus KPK pada Rabu (7/6) lalu.

 

Sebelumnya ‎Politikus PDIP Masinton Pasaribu menyerahkan surat pernyataan Miryam itu saat rapat pansus berlangsung. Surat itu dibungkus menggunakan amplop cokelat dan sempat dibacakan Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunanjar. Surat tersebut ditulis pada 8 Mei 2017 dengan bertandatangan materai 6 ribu dan disebut tanpa paksaan.

 

Berikut petikan surat Miryam : Dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak pernah merasa ditekan atau diancam oleh Bapak Bambang Soesatyo, Bapak Aziz S, Bapak Masinton Pasaribu, Bapak Syarifudin Suding dan Bapak Desmond terkait pencabutan BAP saya pada persidangan saya pada 23 Maret 2017 dan 30 Maret 2017 di Pengadilan Tipikor Jakarta atas nama terdakwa Irman dan Soegiharto.

 

‎”Kami punya bukti-bukti yang cukup kuat, termasuk juga rekaman proses pemeriksaan Miryam pada saat di penyidikan, ketika nama sejumlah anggota DPR juga disebut di sana olehnya,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (9/6) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com.

 

Dikonfirmasi soal surat itu, ‎Febri mengaku belum tahu soal kapan surat itu dibuat.

Pihaknya kini tengah menyelidiki, apakah surat tersebut ditulis saat Miryam di dalam rumah tahanan atau saat masih buron. “Kita belum tahu persis surat dibuat kapan, dimintakan oleh siapa, dan surat itu dibuat di hadapannya siapa,” ujar Febri.

 

Febri menambahkan pihaknya makin yakin kasus yang menjerat Miryam yakni memberikan keterangan palsu di persidangan sudah memenuhi bukti-bukti yang cukup. Keyakinan diperkuat dengan menetapkan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan kasus e-KTP.

Terakhir Febri berharap kasus yang menjerat Miryam ini bisa segara dirampungkan proses penyidikannya, sehingga langsung dilimpahkan ke pengadilan. (gan)

 

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY