KAPAL yang digunakan menyebrang dari Dermaga Wijayapura menuju sodong, Nusakambangan, Cilacap,, Jumat (9/6). SATELITPOST/RENY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Cilacap menjadi satu wilayah yang memiliki sarana penyeberangan sungai. Selama masa arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri, dipastikan volume penumpang akan semakin meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo mengatakan ada 14 dermaga penyeberangan sungai. Diantaranya Lomanis, Cigintung, Perkuyan, Kalipanas, Kutawaru, Prenca, Alas Malang, Sleko, Wijayapura, Sodong, Motean, Klaces, Karanganyar, dan Patimuan.

 

Ada sebanyak 75 angkutan perahu yang akan melayani penyeberangan. Mulai dari Dermaga Sleko-Kampung Laut sebanyak 18 unit, Prenca-Alas Malang sebanyak 25 unit, Kalipanas-Kutawaru ada 21 unit, Lomanis-Perkuyan 2 unit, Lomanis-Cigintung 2 unit, Wijayapura –Sodong 4 unit, dan Wisata Bahari Sleko sebanyak 3 unit.

 

“Volume penumpang cukup tinggi, ketika hari raya atau menyongsong tahun baru. Tenaga yang ada pada kami hanya satu personel. Jadi kami meminta, khususnya di wilayah Cilacap Tengah, Donan, dan Lomanis, untuk selalu disambangi oleh petuas Kepolisian, untuk ikut mengawasi,” kata Tulus, kemarin.

Dijelaskan selama arus mudik dan balik ini, pelayanan penyeberangan tidak hanya sampai sore, tetapi, sampai malam hari juga tetap dilaksanakan. Sehingga untuk mengawasi, armada penyeberangan jangan sampai terjadi kelebihan muatan.

 

Seharusnya, kewenangan ada pada KSOP atau Kesyahbandaran, tetapi karena Syahbandar terjadi keterbatasan personel, akhirnya meminta bantuan kepada Dishub.

 

“Kami akan ikut mengawasi pelayanan penumpang yang naik perahu penyeberangan. Kita membantu syahbandar agar tidak terjadi overload, karena biasanya kalau sudah Lebaran, orang berbondong-bondong ingin cepat nyampai. Akhirnya mereka banyak yang mengabaikan keselamatan penumpang,” ujarnya.

 

Apalagi, kata dia, saat ini tren di masyarakat yang akan menyeberang, satu orang membawa sepeda motor. Hal ini yang perlu dikhawatirkan. Menurutnya, jika hanya orangnya ringan, tetapi sepda motonya cukup berat.

 

“Batas maksimal membawa sepeda motor, kisaran 7-9 motor, kalau pantauan tidak ketat maka bisa membawa lebih dari 9 ini, yang membahayakan,” katanya.

 

Antisipasi hal tersebut, Dishub juga sudah melakukan sosialisasi kepada operator penyeberangan sungai di Cilacap. Agar lebih memperhatikan keselamatan penumpang, selama menyeberangkan. (ale)

 

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY