Fesival Serayu dan Dieng Culture

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Sejumlah persiapan pelaksanaan rangkaian kegiatan wisata budaya di Banjarnegara, terus dilakukan secara intensif. Dwi Suryanto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara memastikan digelarnya agenda parak iwak dan cukur rambut gembel yang menjadi bagian dari dua even khas Festival Serayu Banjarnegara (FSB) dan Dieng Culture Festival (DCF) 2017.

Menurut dia, tahun ini FSB dengan ikon parak iwak dimasukkan sebagai rangkaian peringatan hari jadi Banjarnegara. Nanti bakal ada berbagai seni dan budaya Banjarnegara yang ditampilkan.

“Parak iwak tetap akan dilaksanakan, karena itu simbol ungkapan rasa syukur atas Sungai Serayu yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Banjarnegara,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Sungai Serayu memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di Banjarnegara. Mulai dari pertanian, perikanan, hingga pariwisata. FSB menjadi media untuk mengenalkan peradaban dan budaya masyarakat Banjarnegara, termasuk potensi pariwisata yang ada di Banjarnegara.

“Festival serayu akan dibuka tanggal 23 agustus bersamaan dengan even parade budaya. FSB akan berlangsung sampai 27 Agustus dengan berbagai rangkaian kegiatan wisata,” katanya.

Dwi juga optimistis gelaran Dieng Culture Festival 2017 bakal lebih meriah dan lebih banyak pengunjung. Agenda tahunan yang akan digelar tanggal 4-6 Agustus 2017 itu, tahun ini mengusung tema The Spirit of Culture.

“Event DCF nanti akan berisi acara ritual cukur rambut gembel, akustik di atas awan, kirab budaya, parade kesenian, pesta lampion, ekspo UKM dan Purwaceng,” ujarnya.

Tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lokasi kegiatan dipusatkan di komplek Candi Arjuna, Dieng Banjarnegara.

Penjabat Bupati Banjarnegara, Prijo Anggoro Sabar Risan, menyambut positif kegiatan DCF 2017 yang sudah dilaksanakan delapan tahun berturut-turut itu. Menurutnya, kegiatan itu bagus untuk melestarikan budaya asli daerah, termasuk mempopulerkan minuman Purwaceng yang dikenal sebagai ginseng asli Dieng.

Dalam kunjungannya ke kawasan dataran tinggi Dieng Banjarnegara beberapa waktu lalu, Anggoro mengagendakan pertemuan dengan beberapa kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.

“Beberapa kepala desa dan tokoh masyarakat sudah menyampaikan permohonan agar pelaksanaan DCF tidak sampai terganggu akses transportasi, dari atau ke Dieng. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, agar persoalan akses jalan ini segera teratasi,” kata Anggoro. (gatotgat@yahoo.com)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY