CILACAP, SATELITPOST-Sejumlah meja dan kursi di SMP Negeri 2 Karangpucung Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap dibakar orang tak dikenal. Akibatnya sejumlah kursi dan atap bangunan hangus  terbakar.

 

Informasi yang didapat dari penjaga sekolah Wardiman (40), peristiwa pembakaran terjadi pada Minggu (4/6) malam sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu sekitar pukul 17.30 WIB, dia melaksanakan tugas rutin menyalakan lampu di beberapa tempat sekolah. Kemudian, dia pulang ke rumahnya yang tak jauh dari sekolah tersebut.

 

Tak lama setelah sampai di rumah terdengar teriakan, ada kebakaran di tempat penyimpanan kursi dan meja yang rusak di sekolah. Dia pun bergegas kembali ke sekolah menuju lokasi kebakaran dan melihat kobaran api membakar kursi meja hingga sampai atap bangunan.

 

Selesai memadamkan api, dia menyusuri tempat tersebut mencari penyebab terjadinya kebakaran. Dia mendapati MCB listrik di area tersebut dalam keadaan off. Dari situ dia menduga kebakaran akibat korsleting listrik karena di tempat tersebut terdapat beberapa sambungan kabel listrik.

 

Kejadian tersebut langsung dia laporkan kepada kepala sekolah, dan tidak ada curiga penyebab lain  kebakaran tersebut. “Kejadian kebakaran malam  itu langsung saya laporkan kepada kepala sekolah dan menyampaikan penyebabnya diduga dari korsleting listrik,” Jelasnya.

 

Keesokan harinya dia bersama kepala sekolah sekitar pukul 07.00 WIB melihat lokasi bekas terjadinya kebakaran semalam. Kepala sekolah pun menganggap kejadian biasa dan mereka pun kembali menuju ruang kerja masing-masing dan kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa.

 

Pada sekitar pukul 09.30 saat jam istirahat kerumunan siswa melihat selebaran yang dipasang di tembok pintu  gerbang sekolah yang ditulis tangan berisi ancaman kepada satu guru. Guru tersebut dianggap memiliki andil melarang siswa mengendarai sepeda motor  ke sekolah. Selebaran itu pun kemudian ramai diunggah di media sosial.

 

Kepala SMP Negeri 2 Karangpucung Sulastyo Barnabas SPd MPd saat dikonfirmasi SatelitPost mengungkapkan dirinya tidak melaporkan peristiwa kebakaran tersebut kepada pihak berwajib karena menganggap hanya kecelakaan biasa dan menganggap tidak terjadi apa-apa.

 

Namun setelah adanya temuan selebaran yang dipasang di tembok bernada menyudutkan dan mengancam satu guru maka dia berubah pikiran. Guru yang diancam, katanya, adalah guru yang melarang siswa mengendarai sepeda motor ke sekolah. “Karena adanya ancaman saya sebagai pimpinan merasa berkewajiban melindungi keselamatannya. Hari ini saya melaporkan ke Polsek Karangpucung,” katanya.

 

Sementara itu Kapolsek Karangpucung  AKP Moro Prihadi SH saat dikonfirmasi SatelitPost membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung bergerak menuju TKP, kemudian meminta keterangan dari sejumlah saksi di antaranya dari penjaga sekolah.

 

Walaupun awalnya pihaknya tidak mendapat laporan resmi dari pihak sekolah namun pihaknya proaktif mencari informasi siapa dan motif pelaku pembakaran. Kemudian, setelah itu, pihak sekolah melaporkan kejadian itu ke Polsek Karangpucung.

 

“Kami terus mendalami siapa pelaku dan motif pelaku melakukan pembakaran yang disertai ancaman kepada satu orang  seperti yang ditulis dalam selebaran tersebut. Atau ada faktor lain kami terus melakukan penyelidikan untuk pengungkapan kasus ini,” katanya.

 

Dia juga menjelaskan jika memang faktor pembakaran karena aturan pelarangan mengendarai sepeda motor ke sekolah maka sangat disayangkan. Sebab, katanya, pelarangan tersebut merupakan undang-undang yang harus dipatuhi. “Apalagi siswa SMP belum memenuhi syarat  untuk mendapatkan surat izin mengemudi,” katanya.

 

Dia juga mengatakan, peraturan pelarangan siswa SMP menggunakan sepeda motor ke sekolah sudah disosialisasikan. Pihak kepolisian, katanya, sudah melakukan kegiatan penyuluhan tertib berlalulintas. (taslim_indra@yahoo.com)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY