ilustrasi mayat

KEMRANJEN, SATELITPOST- Kematian Imam yang tiba-tiba membuat orangtuanya cukup terpukul. Apalagi, jenazahnya ditemukan di Terminal Kampung Rambutan dalam kondisi yang cukup mengenaskan. Pasalnya, Imam dikenal dengan anak yang baik serta memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi, hal tersebut diucapkan oleh ayah tiri dari Imam, Tarsim (42).

Baca Juga : Sebelum Tewas, Imam Sempat Minta Uang Rp 500 ribu

“Anak saya itu lugu, pendiem tidak pendendam, punya jiwa sosial yang tinggi. Lebih baik dirinya itu sengsara dari pada melihat temannya sengsara. Itulah anak saya,” kata Tarsim kepada SatelitPost, di rumah duka di Desa Grujugan Rt 3 RW 8, Kecamatan Kemranjen.

Baca Juga : Kasus Mayat di Terminal Kampung Rambutan, Kapolres Banyumas Datangi Rumah Korban

Tarsim mengakui jika Imam bukan anak kandungnya, namun sejak kecil Imam lebih dekat dengannya, bahkan ia sudah menganggap Imam itu sebagai anak kandungnya sendiri. “Memang lebih dekat dengan saya dibandingkan dengan orang tua kandungnya, karena saya sudah menganggap dia sebagai anak saya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga : Ini Kronologi Terungkapnya Kasus Mayat di Terminal Kampung Rambutan

Awal mula Imam bisa sampai di Jakarta menurut Tarsim, pada saat lebaran lebih setengah bulan, Imam pamitan hendak menemui ayah biologisnya di Gandrungmangu, Cilacap. Kemudian beberapa bulan tak kunjung kembali, dirinya mendapati informasi dari anak perempuannya yakni adik kandung Imam, Melinda bahwa Imam sudah bekerja di Jakarta. “Katanya yang membawa dia ke Jakarta sampai kerjaan itu ayah kandungnya sendiri. Kata adiknya memang kakaknya sudah bekerja,” kata dia.(san)

Komentar

komentar