CILACAP, SATELITPOST-Mitra Institute Cilacap mengapresiasi keberanian Kejaksaan Negeri Cilacap atas dibukanya kembali kasus bolongnya kas daerah Kabupaten Cilacap senilai Rp 10,8 miliar. Pasalnya sudah hampir satu dasawarsa, kasus ini mandeg.

 

Tiga kali Kepala Kejaksaan Negeri berganti, baru pada masa kepemimpinan Bardiaman Simalongo, kasus ini ada progres yang cukup mengagetkan masyarakat. Yakni dengan melakukan penetapan tersangka Probo Yulastoro.

 

Koordinator Mitra Institute, Agus Wahyudi mengatakan, sampai saat ini masyarakat masih ingat penerbitan SP3 tentang indikasi korupsi take over Pasar Sampang sangat menciderai keadilan. Apalagi pada waktu itu sudah ditetapkan empat tersangka oleh Kejari Cilacap yang satu di antaranya adalah mantan Bupati Probo Yulastoro. Namun akhirnya dibebaskan karena tidak cukup bukti.

 

“Situasi ini mengesankan betapa licin dan ligatnya Probo Yulastoro menghadapi kasus-kasus korupsi yang dituduhkan. Dan seolah penegak hukum tidak berdaya terhadap bekas orang nomer satu itu,” ujarnya, Jumat (9/6).

 

Kejaksaan Negeri Cilacap saat ini diuji konsistensinya dalam penegakan kasus-kasus korupsi yang ada di Cilacap. Karena masih banyak pekerjaan rumah adanya indikasi kasus korupsi. Terutama yang menyangkut mantan orang nomer satu di Cilacap itu, misalkan pengembangan kasus korupsi Simpemdes dan pungli sekdes yang sementara ini baru menyentuh oknum ditingkat pelaksana dan belum menyentuh inisiatornya.

 

“Mitra Institute mendorong Kejari Cilacap dan penegak hukum lainnya untuk menjaga spirit pemberantasan korupsi, jangan sampai padam seperti penanganan kasus sebelumnya, karena alasan apapun terkait malapraktek pembobolan kas daerah yang tidak sesuai prosedur tata pemerintahan sudah jelas masuk kategori penyalahgunaan wewenang,” katanya.

 

Apalagi Mitra Institute menengarai ada upaya pengembalian uang korupsi oleh tersangka pada waktu kasus ini dilidik, jelas tidak dapat dipungkiri kebenaran atas tindakan korupsinya. Maka upaya ini tidak menggugurkan kasus korupsinya. (ale)

 

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY