MEDAN, SATELITPOST-Tim Detasemen Khusus 88 menggeledah kediaman Reza, terduga teroris di Jalan Jermal-12, Gang Masjid, Kota Medan, Rabu (7/6) siang. Reza ditangkap terlebih dahulu pada Selasa (6/6) malam di seputaran Kota Medan. Dari dalam rumah tim Densus 88 membawa kotak diduga barang bukti.

Boy Efendi (40), kakak ipar Reza, menceritakan saat penggerebekan warga di larang mendekati rumah. Personel kepolisian bertindak kasar kepada keluarga. “Pintu rumah ditendang, polisi sewenang-wenang. Barang-barang dari rumah diserak, mereka seenaknya saja,” ujar Boy kepada wartawan pada Rabu sore seperti diberitakan Tribunnews.

Selain itu personel kepolisian datang menggunakan tiga mobil. Selama ini Reza dikenal bagus kepada keluarga dan mereka sudah enam tahun menetap di Jermal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Boy Efendi, polisi mengamankan tiga teman Reza. Ia tidak mengenal identitas teman-temannya. Sehingga, keluarga masih mencari kebenaran informasi.

“Kayak preman mereka datang, kabarnya tiga orang juga dibawa tadi malam. Dan yang diperiksa dua rumah, satu lagi rumah Manna (42), abang ipar Reza,” kata dia.

 

 

Di sisi lain, Boy Efendi meminta Polri profesional dan tidak kasar memperlakukan terduga teroris, seperti terhadap adik iparnya, Reza. “Harapan keluarga adik saya jangan diperlakukan sewenang-wenang. Saya tidak setuju polisi bilang adik ipar saya sebagai teroris,” ujar Boy kepada wartawan di Jalan Jermal-12, Kota Medan, Rabu (7/6).

Dia menambahkan kepolisian tidak boleh melakukan pemukulan kepada Reza. Apalagi keluarga selalu berlaku baik terhadap Reza dan tak melihat kelakuannya yang aneh selama ini.

Saban hari Reza berjualan minyak wangi keliling. Sedangkan, istrinya Isti Dewi tidak kerja alias ibu rumah tangga. Pasangan suami istri tersebut punya empat anak yang masih kecil.

 

“Saya lupa nama dan umur masing-masing anaknya. Tapi anak yang paling kecil alias anak ke-empat masih berusia sebilan bulan,” kata dia.

Apakah Reza mengikuti pengajian khusus?, dia menjawab setiap orang beragama Islam wajib mengikuti pengajian. “Dia orang baik dan selalu ikut pengajian. Kalau perkumpulannya ada di Masjid Taufik,” kata dia.

Reza ditangkap personel Densus 88 Antiteror pada Selasa (6/6) malam di seputaran Medan. Kabar yang beredar Reza ditangkap bersama tiga rekannya.

Personel Densus-88 masih mengembangkan sekaligus mengejar jaringan teroris. Kini, seluruh terduga teroris diperiksa di Markas Brimob Medan. (lil)

 

 

Komentar

komentar