KEMRANJEN, SATELITPOST – Kasus mayat yang ditemukan di Terminal Kampung Rambutan akhirnya terkuak. Korban yang bernama Imam Maulana merupakan warga Kemranjen, Banyumas. Sebelum meninggal, Imam ternyata sempat berniat untuk pulang ke Banyumas.

Ayah tiri Imam, Tarsim mengatakan, tanggal 5 November lalu, Imam sempat telepon kepada Tarsim menanyakan kabar keluarga di rumah. “Dia tanya kabar, saya bilang semuanya baik-baik saja. Katanya pas tanggal itu dia (Imam, red) belum kerja lagi dan sedang menganggur. Selama menganggur katanya ikut temannya di Jakarta. Saya bilang dari pada di Jakarta mending pulang saja, dia bilang tidak punya uang untuk pulang. Saya sarankan untuk meminta uang ke adiknya untuk pulang. Tetapi dia mau cari duit sendiri saja dan tanggal 10 mau pulang,” ujarnya.

Baca Juga : Kasus Mayat Terminal Kampung Rambutan, Kapolres Banyumas Datangi Rumah Korban

Namun, Imam tak kunjung pulang dan tidak ada kabar. Hingga akhirnya Tarsim mencoba telepon Imam. Namun, tidak diangkat. “Dia SMS katanya HPnya tidak bisa menerima telepon, kemudian sms yang balesin adiknya Imam yang ada di rumah sini. Katanya Imam tidak bisa pulang karena sudah mendapatkan kerjaan lagi,” kata dia.

Pada keesokan harinya, Tarsim merasa curiga, dirinya selalu berpikiran untuk mencari keberadaan anaknya Imam. “Hati saya sangat bergerak mencari sampai ke adik saya yang tinggal di sana yang punya facebook dan WA, katanya facebook Imam sudah tidak aktif. Teleponnya memang masih aktif tetapi tidak diangkat,” ujarnya.

Kemudian Selasa (14/11) kemarin barulah dirinya merasa curiga setelah Kades, pihak RT dan RW serta Kepolisian datang ke rumahnya. “Saya tanya ke pak lurah, pak RT sama pak Polisi ada apa ini, mereka bilang nanti saja, saya bingung,” kata dia.

Baca Juga : Imam Dikenal Pendiam dan Punya Jiwa Sosial Tinggi

Pada saat itu, Melinda adik Imam menghubungi orang tuanya, jika dirinya menerima SMS dari kakaknya bahwa Imam tidak terima dengan dirinya dikabarkan meninggal dunia. “Kata Linda Imam SMS katanya dia mau pulang kok dikabarin mati sama orang-orang. Kemudian Imam minta duit ke Linda Rp 500 ribu untuk pulang, katanya mau diambil pagi hari ini, tetapi ditunggu sampai pagi tidak datang-datang,” ujarnya.

Hingga kemudian Tarsim sekeluarga diberitahukan bahwa Imam ditemukan meninggal dunia. Padahal menurut Tarsim semalam handphone Imam masih aktif dan sempat sms-an dengan Kades dan selalu membalas. Sedangkan terkait tersangka, Tarsim mengaku tidak mengenalinya, setahu dirinya bahwa hubungan Imam dengan Badrun merupakan anak buah dan boss tempat laundry. “Imam kerja dibagian penjemputan barang laundry. Setahu saya cuman itu,”  kata dia.(san)

Komentar

komentar