BANJARNEGARA, SATELITPOST-Satgas PGRI Banjarnegara yang tergabung dalam PGRI Peduli Muslim Rohingya, menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan dana.

Aksi galang dana tersebut dilakukan di beberapa titik keramaian dan jalan utama di Banjarnegara. Antara lain Kompleks Pasar Salak, seputar Alun-alun Banjarnegara, perkantoran, pasar induk, hingga sejumlah ruas jalan yang ada di Banjarnegara.

Koordinator kegiatan Nurohman Ahong mengatakan, aksi ini akan berlangsung hingga Jumat besok. Bahkan aksi serupa juga dilakukan oleh cabang PGRI di seluruh wilayah Banjarnegara. Hasil penggalangan dana ini nantinya akan dikumpulkan menjadi satu dan siap disumbangkan pada pengungsi Rohingya.

“Ini keterlibatan guru seluruh Banjarnegara. Kami tahu bahwa saudara muslim kita di sana tertindas, bahkan sampai terbunuh, termasuk rumah-rumah mereka dibakar,” katanya.

Menurutnya, puncak kepedulian akan dilakukan pada Jumat (8/9) dan dipusatkan di Sekretariat PGRI mulai pukul 14.00 WIB. Selain menggelar doa bersama, dalam acara tersebut juga akan dilakukan penghitungan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh PGRI Banjarnegara. Mereka akan menyalurkan uang tersebut melalui pemerintah Banjarnegara yang nantinya akan menyalurkan langsung ke muslim Rohingya.

“Kami tahu memang sulit untuk menyalurkan bantuan ke sana. Jadi, hasil ini akan kamiĀ  serahkan ke lembaga pemerintah, agar dapat sampai ke saudara kita di sana,” ujarnya.

Dikatakannya, aksi peduli Rohingya yang dilakukan oleh kelompok PGRI ini tidak hanya diikuti oleh kalangan muslim, tetapi banyak juga guru non muslim yang merasa terketuk dan ikut terlibat dalam aksi sosial ini. “Tidak ada instruksi yang memaksa, kami hanya gendu-gendu rasa, ternyata sambutan dari teman-teman guru luar biasa, sehingga kita langsung bergerak menggalang dana,” ujarnya. (oelsatriapos@yahoo.com)

Banjarnegara Doakan Muslim Myanmar

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat serta Forkompinda Banjarnegara menggelar silaturahmi bersama sebagai aksi kemanusiaan dan menolak kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Kegiatan tersebut dilakukan di Aula Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Rabu (6/9). Tidak hanya tokoh agama, sejumlah ormas yang hadir juga melakukan aksi damai dengan doa bersama untuk etns Rohingya.

“Apa yang dilakukan pemerintah Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan. Mari kita berikan dukungan doa untuk mereka,” kata Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara AFS Dewantoro.

Ketua DPRD Banjarnegara Nuryanto menilai tokoh Myanmar, Aung San Suu Kyi, tidak memiliki sikap kemanusiaan karena membiarkan genosida yang dilakukan militer terjadi terhadap warga Rohingya. Tragedi di Myanmar itu mengakibatkan ribuan perempuan dan anak kecil Rohingya menjadi korban.

“Kami cukup prihatin dengan apa yang terjadi di Rohingya, sebagai bentuk solidaritas kami mengajak seluruh masyarakat Banjarnegara dan Indonesia untuk tetap bersatu dan menghormati perbedaan sesuai dengan amanat UUD 45. Perbedaan yang ada di negeri ini menjadi satu untuk mendesak pemerintah Myanmar menghentikan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masyarakat Banjarnegara juga meminta agar pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap pemerintah Myanmar. “Perbuatan Aung San Suu Kyi jelas melanggar hak asasi manusia,” ujarnya. (maula)

Komentar

komentar

BAGIKAN