JAKARTA, SATELITPOST-Tim Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri terus memantau para pengguna media sosial yang diduga melakukan pelanggaran pidana. Minggu (4/6) dini hari, tim Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri mencokok Muhammad Said alias MS (35) di rumahnya, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.

MS ditangkap karena diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian (hate speech) bernuansa SARA. Serta penghinaan terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Presiden Jokowi di akun facebook-nya, Ahmad Fatihul Alif.

“Kalimat yang diposting di FB itu terkait dengan salah satu suku yang dianggap sebagai pelaku pembunuhan di suatu tempat,” ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Himawan Baju Aji, di kantornya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (9/6) seperti diberitakan Tribunnews.

Dikatakannya, Bareskrim menangkap pelaku sebagai upaya pencegahan. Dari hasil pengembangan penyidikan, diketahui MS merupakan admin dari akun grup facebook tertentu.

Diduga, ada beberapa admin lain yang mengelola grup facebook tersebut yang juga melakukan penyebaran serangan hatespeech secara masif dan sistematis. “Jadi memang, apa yang dilakukan, ada beberapa kelompok yang saling berhubungan. Berkaitan. Ada kemungkinan ini terorganisir,” katanya.

 

Meskipun begitu, polisi belum bisa menemukan bukti terkait dugaannya tersebut. “Nama grup facebook-nya belum bisa kami sampaikan. Itu ada salah satu grup yang sedang kami teliti,” kata Himawan.

Dalam penangkapan tersangka MS ini, polisi menyita barang bukti sebuah kartu tanda penduduk (KTP), sebuah tablet, tangkap layar akun FB dengan nama Ahmad Fatihul Alif dan Ilham Al Sayyidi.

MS dikenakan sangkaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan ditahan di Rutan Bareakrim di Mapolda Metro Jaya.

Sebelumnya, seorang pria 45 tahun yang mengaku Profesor Muhammad Tamim Pardede juga dibekuk Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri di Perumahan Taman Adiloka, Neglasari, Tangerang, Banten, Selasa, (6/6).

Dia ditangkap juga karena sangkaan menebar ujaran kebencian atau hate speech terhadap pemerintah di media sosial. Tamim Pardede melalui akun Youtube nya diduga menyebarkan sejumlah video berkonten SARA dan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. (lil)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY