KETUA DPC PPP Banyumas kubu Gus Romi Akomadhien Sofa bersama Ketua DPC PDIP Banyumas dr Budhi Setiawan saat deklarasi Pilkada Banyumas 2018 di Hotel Java Heritage Purwokerto, Senin (8/1).SATELITPOST/AULIA ELHAKIM

PURWOKERTO, SATELITPOST-Rekomendasi DPP PPP untuk Pilkada Banyumas dikantongi oleh bakal pasangan calon Mardjoko-Ifan Haryanto. Meski demikian, DPC PPP kubu Akomodhien Shofa (Gus Akom) memilih untuk membuat sensasi. Mereka menghadiri deklarasi bakal pasangan calon Ir Achmad Husein-Sadewo Tri Lastiono dan memberikan dukungan kepada babapaslon yang diusung PDI Perjuangan ini.

Yang terjadi kemarin saat pendaftaran dan deklarasi di PDIP itu hanya dinamika saja. Kami tetap berpegang pada keputusan DPP. Kami datang ke deklarasi Husein-Dewo karena menghormati undangan.

Akomomodhien Shofa
Ketua DPC PPP Romi

Belakangan, sikap Gus Akom makin tak menentu. Kubu Akom banting setir, kemarin ia menyatakan bahwa PPP mendukung bakal pasangan calon Mardjoko-Ifan.

“Yang terjadi kemarin saat pendaftaran dan deklarasi di PDIP itu hanya dinamika saja. Kami tetap berpegang pada keputusan DPP. Kami datang ke deklarasi Husein-Dewo karena menghormati undangan. Karena undangannya kan masih atas nama koalisi partai yang lama, yakni koalisi Husein-Berbudhi, Pilkada 2013, ” kata Gus Akom, Kamis (11/1) melalui sambungan telepon.

Ketidakjelasan PPP Akom
-Hadiri Deklarasi Husein-Dewo, Senin (8/1)
-Antar Husein-Dewo ke KPU, Rabu (10/1)
-Ambil Rekomendasi untuk Mardjoko-Ifan, Rabu (10/1) malam
-Nyatakan Dukungan untuk Mardjoko-Ifan, Kamis (11/1)

Akom sebelumnya, bersama sejumlah pengurus DPC menyatakan dukungan dan siap memenangkan Husein-Sadewo. Ia  datang dan memberikan sambutan deklarasi yang digelar di Hotel Java Heritage, Senin lalu. Kemudian saat pendaftaran bapaslon tersebut ke  KPU, Rabu lalu, sejumlah pengurus DPC juga ikut  mengantarkan.

Menurut Akom, kehadiran dan dukungan mereka di acara deklarasi babapaslon Husein-Dewo terjadi lantaran mereka belum menerima rekomendasi fisik. Rekomendasi asli  baru diperlihatkan bentuk fisiknya di  Semarang (DPW), malam Rabu. Saat pendaftaran bapaslon Mardjoko-Ifan, dibawa melalui pengurus DPP yang mendapat mandat menggantikannya.

Saat pendaftaran babapaslon Mardjoko-Ifan tidak  hadir, kata dia, karena masih sakit dan berada di Semarang. Sehari sebelumnya, ia ditugasi DPW untuk ikut mendampingi Taj Yasin (cawagub) dari PPP yang berpasangan Cagub Ganjar Pranowo, mendaftar ke KPU.  Karena tidak bisa datang, ditugaskan  kepala wakil-wakil ketua DPC untuk mendampingi utusan DPP yang ikut mendaftarkan ke KPU Banyumas.

Dia mengatakan, kondisi fisiknya melemah sakit karena selama seminggu  maraton bolak-balik Semarang-Jakarta mengurusi rekomendasi PPP untuk Pilkada Banyumas. “Saat kembali ke Banyumas dan harus menyampaikan ke teman-teman ternyata rekomendasi turunnya ke Pak Mardjoko-Ifan,” kata dia.(auliaelhakim@gmail.com)

1. Kader Tak Solid

Dalam wawancara kemarin, Gus Akom juga terkesan mengakui bahwa kondisi PPP di bawah pimpinannya tak begitu solid. Paling tidak, sejauh ini banyak kader yang tidak setuju dan tidak sepakat dengan turunnya rekomendasi ke Mardjoko-Ifan.

“Saya harus mengondisikan teman-teman yang tidak setuju dan tidak sepakat, dan ini juga harus dihormati, ” kata dia.

Menurutnya, dalam waktu dekat, mereka bakal melakukan konsolidasi ke pengurus struktural dan kader untuk menjelaskan hasil  keputusan partai. Pihaknya juga minta pihak lain tidak mencampuri  urusan internal partainya. Pasalnya terjadinya gejolak tersebut dianggap bagian dari dinamika, karena tidak semua keinginan harus sama.

“Saat disosialisasikan, saya yakin pasti nanti semua bisa memahami.  DPC ya harus menghormati rekomendasi dari DPP, ” kata dia. (Aulia El Hakim)

2. Pembangkangan Rusak PPP

 

Manuver politik yang dilakukan PPP kubu Gus Romi di Banyumas yang di bawah pimpinan Gus Akom dinilai merusak nama baik PPP. Tidak jelas dalam mengambil landasan sikap politik dan sibuk bermanuver sendiri di bawah.

Terjadinya pembangkangan seperti ini, bukan karakter PPP. Suka tidak suka, rekomendasi harus dijalankan.

Untung Waryono
Sekretaris DPC PPP Djan Farid

Penilaian tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPC PPP Banyumas kubu Djan Farid, Untung Waryono. Ia menilai, langkah politik yang dilakukan DPC kubu Romi dalam Pilkada Banyumas tidak menggambarkan fatsun politik PPP. Akibat sikap tidak loyal DPC atas keputusan DPP, kata dia, marwah partai menjadi tercoreng.

“Sebagai partai pengusung dalam pilkada, suka tidak suka, jika rekomendasi DPP kubu Romi sudah diputuskan, pengurus di daerah wajib taat, karena partai itu bersifat linier. Hasil keputusan rekom DPP hal yang wajib  ditaati, ” kata dia.

Secara organisasi politik, langkah DPC PPP kubu Romi mendukung bapaslon Husein-Dewo dianggap salah besar. Alasannya, kata dia, PPP adalah lembaga politik yang terstruktur dan tersistem dari pusat sampai daerah. “Terjadinya pembangkangan seperti ini, bukan karakter PPP. Suka tidak suka, rekomendasi harus dijalankan, ” kata dia

Disinggung sikap DPC PPP-nya dalam pilkada kali ini, Untung mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengambil sikap, mau bergabung dengan rekomendasi PPP kubu  Romi ke bapaslon Mardjoko-Ifan atau  mendukung ke bapaslon Husein-Dewo.

“Sampai hari ini belum ada perintah dari sesepuh PPP Banyumas Gus Anam.  Karena secara politik kami tidak ada hubungan hukum apapun dengan  PPP produk DPP Romi, ” kata dia.(Aulia El Hakim)

Komentar

komentar

BAGIKAN