Sungai di pinggir jalan Pantura Demak. TRIBUN JATENG

DEMAK, SATELITPOST-Musim kemarau mulai datang, permasalahan sungai di Kecamatan Sayung berganti. Jika musim hujan banjir melanda, kini warga mengeluhkan sedimentasi yang membuat sungai nampak dangkal.

Satu di antaranya adalah Suwarno, warga Sayung mengkhawatirkan dangkalnya sungai di tepi jalan pantura Demak. Menurutnya jika hal itu didiamkan ia khawatir musim hujan nanti air akan meluap.

“Dahulu sungai ini dalamnya dua meter ada ini bisa dilihat saat surut mungkin cuma setengah meter banyak lumpur sama tanahnya,” ujar pria 46 tahun tersebut, Jumat (9/6), seperti diberitakan Tribunnews.com.

Warga tepi jalan pantura itu tidak ingat kapan terakhir kali sungai dikeruk agar mampu menampung air lebih dalam. Menurutnya pada musim hujan lalu beberapa kali sungai memang sempat meluap.

“Saat ini jalan yang naik terus tambah tebal tapi sungainya semakin dangkal, kami mohon pemerintah peduli lah,” ujarnya.

Terpisah Bupati Demak, M Natsir menjelaskan sungai tersebut merupakan wilayah dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana di Semarang.

“Kewajiban kami hanya menyampaikan atau melaporkan ke BBWS mereka yang eksekusi, kalau kami juga yang eksekusi justru keliru karena wilayahnya sendiri-sendiri,” ujar Natsir.

Normalisasi Sungai Dombo yang juga berda di wilayah Sayung oleh BBWS belum juga rampung. Diperkirakan proyek tersebut baru akan selesai setelah Lebaran. (gus)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY