Berharap Jaksa Tak Ditakuti

Nova Elida Saragih SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Banyumas

Supel, ceria, ramah, dan komunikatif. Demikian kesan pertama saat bersua sosok bernama lengkap Nova Elida Saragih SH MH. Kini ia menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyumas per 27 Juli silam.

Sejak kecil, sosok yang akrab disapa Nova ini bercita-cita menjadi jaksa. “Kebetulan, ayah saya itu seorang jaksa. Dan, saya sangat mengidolakan ayah saya,” kata ibu satu anak tersebut.

Nova adalah anak pertama dari empat bersaudara yang kesemuanya perempuan. Konon, sang ayah mendidiknya seperti halnya anak laki-laki.

“Ayah selalu mengatakan bahwa anak perempuan harus sama dengan laki-laki. Ayah tak pernah memanjakan kami. Kami dididik agar mampu menghadapi kondisi dan masa depan yang lebih berat,” katanya.

Nova mengaku sangat terinspirasi oleh apa dipesankan sang ayah. Bahkan, ketika dia duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) ia telah berkeinginan di masa depan nanti akan menjadi pribadi yang kuat dan disiplin seperti dicontohkan oleh sang ayah.

“Saya tentu beruntung memiliki ayah yang tegas dan disiplin. Saya pernah katakan kepada beliau, suatu hari nanti saya akan menjadi jaksa, sebagai pribadi yang tegas dan disiplin seperti yang beliau harapkan,” kata wanita kelahiran Jambi 52 tahun silam.

Meskipun dirinya dididik dalam keluarga yang tegas dan disiplin, namun ia berharap dan berobsesi agar jaksa tak dipandang sebagai sosok yang menakutkan dan dijauhi masyarakat.

“Jaksa juga manusia. Saya sudah buktikan, meski baru beberapa bulan di Banyumas ini, saya diterima dengan baik dan dipercaya masyarakat,” kata dia. (udien.humas@gmail.com)

1. Tugas di Banyumas, Sebuah Keberkahan

Nova Elida Saragih SH MH merasa bersyukur ditugaskan di Jawa, khususnya Banyumas.

“Barangkali ini adalah berkat ayah-ibu saya sehingga akhirnya saya ditempatkan di wilayah Jawa. Bertugas di Banyumas ini adalah sebuah keberkahan bagi saya,” kata wanita kelahiran 13 November 1965 ini.

Menurutnya, kedua orang tuanya acap kali berdoa agar putrinya mendapat tugas di Tanah Jawa. Masih menurut Nova, alasannya adalah agar dirinya lebih lembut dalam bertutur kata.

“Kebetulan saya berdarah Batak yang secara kultur tentu berbeda dengan Jawa,” istri dari Budi Hartawan Panjaitan tersebut.

“Kamu harus belajar untuk bicara lembut. Karena berbisik-bisik saja masih terdengar keras. Itu pesan ibu yang sering disampaikan kepada saya,” kata Nova sambil tertawa renyah.

Berpisah dengan keluarga merupakan konsekuensi sebagai jaksa dalam mengemban tugas negara. Menurutnya, itu tak lepas dukungan suami yang sama-sama berprofesi sebagai jaksa. Setiap akhir pekan adalah saat-saat untuk berkumpul dengan keluarga.

Pada hari-hari kerja, dirinya tetap memantau dan berkomunikasi dengan sang anak.

“Setiap saat saya bisa berkomunikasi dengan anak dan keluarga, baik melalui telpon, WA (WhatsApp), maupun video call,” kata wanita berzodiak Scorpio ini. (*)

2. Suka Bergaul, Banyak Teman

Semenjak duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah, Nova Elida sudah langganan menjadi juara kelas. Bukan saja dalam hal pelajaran sekolah namun juga dalam olah raga, terutama tenis meja alias ping pong.

“Boleh dibilang, jika ada lomba tenis meja di sekolah saya selalu juara,” kenang Nova.

Menurutnya, olahraga adalah cara terbaik untuk memelihara kesehatan dan kebugaran.

Selain olahraga, Nova juga menekuni bidang olah vokal.

“Dulu saya ikut les gitar, piano dan olah vokal,” katanya.

Salah satu kelebihan putri pasangan Muller Saragih dan Gloria Marbun ini adalah, ia termasuk sosok yang suka bergaul dan bersosialisasi.

“Dengan begitu, di mana-mana saya punya banyak teman,” katanya mantap. (*)

Komentar

komentar