Siti Sundari
Mahasiswa S2 MPV UAD

Dalam menghadapi era pasar bebas tahun 2020 maka pendidikan vokasi memiliki peranan penting untuk menyiapkan tenaga ahli yang mampu berkompetensi di bidang industri dan usaha. Agar pemenuhan tenaga ahli tercapai maka pendidikan vokasi akan lebih efektif jika dimulai dari tingkat SMP. Karena peserta didik di tingkat SMP adalah masa untuk menggali potensi diri.

Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Data dari BPS angka pengangguran terbuka lulusan pendidikan tingkat SMP 4 tahun terakhir pada tahun 2014 sebanyak 1.566.838;  2015 1.373.919;  2016: 1.294.483 dan tahun 2017: 1.281.240.

Untuk mewujudkan tujuan terkait dengan kreativitas dan kemandirian diperlukan pendidikan kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan di tingkat SMP  dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu  komunitas pendidikan. Pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan kewirausahaan terintegrasi di dalam proses  pembelajaran adalah penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran sehingga hasilnya diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, terbentuknya karakter wirausaha dan pembiasaan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran
Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan dan menjadikannya perilaku.

Pengintregrasian bisa dilakukan pada saat menyampaikan materi, melalui metode pembelajaran maupun melalui sistem penilaian. Penanaman nilai nilai kewirausahaan dilakukan secara bertahap dengan cara memilih sejumlah nilai pokok. Dengan demikian setiap mata pelajaran memfokuskan pada penanaman nilai-nilai pokok tertentu yang paling dekat dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan.

Nilai-nilai pokok kewirausahaan yang diintegrasikan ke semua mata pelajaran pada langkah awal ada 6 (enam) nilai pokok yaitu:

  1. mandiri, yaitu kemampuan peserta didik dalam melakukan tindakan tanpa ketergantungan pada pihak lain.
  2. Kreatif adalah memiliki kemampuan daya cipta. Untuk menumbuhkan jiwa kreatif maka perlu ditanamkan percaya diri pada peserta didik
  3. Pengambil risiko yaitu membangkitkan semangat pada peserta didik bahwa kegagalan adalah sukses tertunda tetapi awal dari kesuksesan
  4. Kepemimpinan merupakan cara mempengaruhi orang lain untuk mewujudkan impian
  5. Orientasi pada tindakan maksudnya berani mengambil tindakan yang cepat dan tepat
  6. Kerja keras merupakan suatu sikap seseorang untuk bersungguh-sungguh, semangat, pantang menyerah, tidak mengenal lelah dan tidak putus asa.

Pendidikan kewirausahaan di sekolah bisa dilakukan melalui kegiatan Ekstra Kurikuler yaitu suatu kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.

Agar peserta didik mendapat wawasan yang lebih luas maka sekolah perlu melakukan kerjasama dengan tenaga ahli yang mendukung pendidikan kewirausahaan sesuai dengan bakat dan minat. Apabila peserta didik melakukan keterampilan sesuai dengan bakat dan minatnya maka akan menjalani dengan senang dan diperoleh hasil yang maksimal.

Dengan demikian pendidikan vokasi diberikan di tingkat SMP menjadi sangat penting karena untuk mendukung percepatan penyiapan tenaga ahli yang diperlukan dalam dunia usaha dan industri. (*)

Komentar

komentar

BAGIKAN