Pramudiyo Jati Mulyo, Owner Roman Cafe and Resto

Berkecimpung dalam dunia bisnis kuliner memang hal baru baginya. Namun pengalamannya dalam dunia bisnis di berbagai bidang sudah pernah ia rasakan. Bahkan sejak masih di bangku kuliah, jiwa bisnisnya sudah mulai dimunculkan. “Pernah saat kuliah jualan tanaman di pameran, ternyata cuma empat hari bisa sampai untung Rp4 juta itu ngga nyangka,” kata Pemilik Roman Cafe and Resto, Pramudiyo Jati Mulyo.

Pram, begitu akrab disapa, rupanya sangat mencintai dunia ini. Ia selalu pandai mencari peruntungan dalam menentukan usaha yang akan digelutinya. Sebelum memiliki cafe and resto, telah lebih dulu beragam usaha pernah dicobanya. “Pertama buka usaha itu rental musik di Dukuhwaluh,” katanya.

Seakan melihat peruntungan dalam jenis usaha lain, ia pun merambah ke dunia fashion. “Sempet jualan batik modern, ternyata laris juga meskipun tokonya kecil,” ujarnya.

Bahkan ia pernah membuka distro batik di Banjarnegara. “Dapat dukungan dari istri juga yang seneng belanja batik, ngambilnya dari Solo,” kata Pram. Ketika kembali ke kampung halaman, Pram pun memilih membuka toko pakaian lagi. Kali ini jenis pakaian muslim yang sedang digandrungi banyak perempuan karena trend pada saat itu. “Jual gamis syahrini, dulu lagi ngetrend-ngetrendnya,” ujarnya.

Tak puas sampai disitu, Pram mencoba bisnis yang lain. Kali ini bisnis jual beli property. Bukan sebagai marketing perumahan, namun ia membeli rumah dan merenovasinya sendiri kemudian baru menjualnya. Keuntungan yang didapat, sekali menjual rumah hingga ratusan juta. “Pada waktu itu rupanya bisnis property paling menjanjikan, sekali jual rumah bisa 300-400 juta. Dan setahun bisa sampai 3 rumah,” ujarnya.

Pram tak hanya pandai dalam berbisnis. Bekal dari rasa ingin tahu yang tinggi, ia pun banyak belajar merenovasi rumah dengan berbagai referensi. Alhasil rumah hasil renovasinya laku hingga dua kali lipat. “Pernah juga jual rumah sampai Rp1 M, itu kata orang-orang karena desainnya yang bagus dan interiornya terlihat mewah, malah banyak yang bilang kemurahan meskipun cuma satu lantai,” katanya. (cr)

Komentar

komentar

BAGIKAN